Kas Terbatas, Purbaya Seleksi Usulan Tambahan Anggaran Kementerian
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengabulkan semua usulan tambahan anggaran untuk 2027 yang diajukan berbagai kementerian/lembaga (K/L).
Purbaya tidak menyetujui sejumlah usulan tersebut karena uang negara yang terbatas.
"Enggak lah kalau semua mintanya sampai Rp1.000 triliun waktu itu. Kalau kita uangnya banyak kayak di surga ya saya kasih semua. Ini kan ada keterbatasan," ujarnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Ia menjelaskan usulan tambahan anggaran hanya disetujui bagi K/L yang peruntukannya dinilai paling optimal bagi perekonomian Indonesia.
"Itulah ekonomi, kita selalu menghadapi scarcity (keterbatasan), kita mesti milih mana yang paling optimal buat perekonomian. Itu yang sedang kita lakukan," ujar Purbaya.
Sejumlah kementerian dan lembaga meminta tambahan anggaran di DPR untuk 2027. Pengajuan ini dilakukan lantaran pagu indikatif dari Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas dinilai masih jauh di bawah usulan kebutuhan ideal masing-masing instansi.
K/L yang mengajukan tambahan anggaran di antaranya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikasmen), Kejaksaan Agung (Kejagung), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Kemendiksmen mengajukan tambahan anggaran Rp157,76 triliun, Kejaksaan Agung meminta tambahan Rp22,1 triliun, serta ada Kemenpora yang mengusulkan tambahan sebesar Rp4,01 triliun.
Adapun Kemensetneg mengusulkan tambahan Rp6,62 triliun untuk mendukung fungsi pelayanan kepada presiden dan wakil presiden.