Erupsi Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup Sementara

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 14:41 WIB
Bandara Wunopito di NTT ditutup sementara hingga 9 September akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotolok. AirNav Indonesia terus memantau situasi. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bandara Wunopito di Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara sampai Rabu (9/9) akibat terdampak sebaran abu vulkanik atas erupsi Gunung Lewotolok.

Hal itu sebagaimana terlihat dalam notice to airmen (NOTAM) yang diterbitkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

Berdasarkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, Bandara Wunopito (WATW) berstatus CLOSED mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026 hingga estimasi pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026.

"Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan status penutupan penerbangan tersebut berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih terjadi.

Pasalnya, sejak 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat.

"Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan," ujar Hermana.

Kendati demikian, kata dia, kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus menjadi bagian dari pemantauan dalam penerbitan informasi aeronautika.

Ia menyebut AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok serta perkembangan kondisi di sekitar wilayah penerbangan.

"Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," ujar Hermana.

Dalam hal itu, AirNav Indonesia juga telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan terus diperbarui.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan," ujar Hermana.

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK