Kepala BMKS OJK Sarjito Ingin RI Jadi Penentu Harga Komoditas Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 19:32 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito
Kepala BMKS OJK Sarjito bertekad membawa Indonesia menjadi penentu harga komoditas strategis dunia melalui pembentukan bursa komoditas nasional. (Foto: CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito bertekad membawa Indonesia menjadi penentu harga komoditas strategis dunia melalui pembentukan bursa komoditas nasional.

Menurut Sarjito, selama ini Indonesia merupakan penghasil komoditas mineral terbesar di dunia, tetapi belum memiliki kemampuan untuk menentukan harga. Penentuan harga masih mengacu pada harga yang ditentukan negara lain.

"Kita itu sebagai penghasil, contoh nikel terbesar di dunia, tetapi kita tidak pernah bisa menentukan harganya. Harganya ditentukan oleh pihak-pihak lain, dan itu ironi," ujar Sarjito usai dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK di Mahkamah Agung, Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, ia menilai Indonesia perlu membangun bursa komoditas sendiri, sehingga posisi tersebut secara bertahap bisa diubah.

"Paling tidak untuk awal tidak lagi menjadi price taker tapi bisa menjadi price influencer dan menjadi bursa reference dan at the end kita tentu harus sanggup dan mampu confident untuk menjadi price maker," jelasnya.

Di sisi lain, Sarjito mengatakan pembentukan bursa komoditas juga berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan kontrol terhadap transaksi komoditas, termasuk harga dan volume perdagangan.

Menurut dia, pencatatan transaksi di bursa dapat membantu pemerintah mengawasi potensi praktik transfer pricing maupun under-invoicing.

"Sehingga di dalam banyak kesempatan juga isu mengenai transfer pricing, under-invoicing, baik harga dan volume bisa kita kontrol dengan baik dan at the end, semua transaksi akan menjadi referensinya di dalam bursa," jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, ia berharap nilai transaksi komoditas Indonesia dapat tercatat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara.

"InsyaAllah negara kita menjadi makmur, not only beberapa pihak, tetapi adalah rakyat Indonesia karena tentu saja, devisa dan juga pajak akan masuk secara proporsional dan profesional," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta)