Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) tahun ini masih aman.
Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menjaga kesinambungan anggaran jika harga minyak kembali melonjak pada 2027 akibat eskalasi geopolitik.
Hal tersebut disampaikan Purbaya saat ditanya mengenai antisipasi pemerintah jika konflik geopolitik berlanjut dan mendorong kenaikan harga minyak dunia pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama berdoa dulu biar perang beres, selesai, gitu aja. Yang kedua ya kita kan pasti lakukan langkah-langkah untuk memastikan anggaran kita tetap berkesinambungan seperti tahun ini," ujar Purbaya saat ditemui di kantornya di Jakarta, Rabu (9/9).
Menurut Purbaya, pemerintah tidak akan terlalu terkejut jika terjadi lonjakan harga minyak. Pasalnya, kondisi tersebut bukan merupakan pengalaman baru bagi pemerintah.
"Kan bukan pengalaman baru kita, nggak akan terlalu kaget," katanya.
Purbaya sebelumnya juga telah memastikan anggaran negara mampu menjaga harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 di tengah kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah saat itu telah menghitung sejumlah skenario harga minyak dan menyiapkan bantalan fiskal untuk menghadapi tekanan tersebut.
Harga minyak dunia memang kembali melonjak pada perdagangan Rabu (9/9). Harga minyak mentah Brent sempat menembus US$100 per barel, atau level tertinggi sejak Juli 2026.
Mengutip CNN, harga Brent melonjak 2,3 persen hingga menyentuh US$100 per barel pada awal perdagangan. Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) naik 1,3 persen menjadi sekitar US$94 per barel.
Kenaikan harga minyak dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Brent dan WTI masing-masing telah melonjak lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini.
Investor juga mencermati perkembangan konflik serta lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia.
Ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat menyerang sejumlah kapal tanker Iran. Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang empat kapal tanker Iran di Teluk Oman dan satu kapal di dekat Pulau Kharg.
Pulau Kharg merupakan salah satu pusat penting ekspor minyak Iran. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus ekspor minyak dari negara tersebut.
(lau/pta)