KAI Commuter memfungsikan sementara Kereta Bandara Soekarno-Hatta atau Kereta Basoetta menjadi Commuter Line atau KRL yang melayani perjalan lintas Tanjung Priok.
Pengalihan operasi tersebut dilakukan menyusul penyesuaian operasional KRL Jabodetabek. Rangkaian KRL yang sebelumnya melayani lintas Tanjung Priok dialihkan untuk menambah perjalanan di lintas Bogor yang mengalami kepadatan penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, dengan pengoperasian rangkaian dari lintas Tanjung Priok untuk perjalanan di lintas Bogor ini, operasional perjalanan KRL Tanjung Priok sementara akan dilayani dengan menggunakan rangkaian KRL Basoetta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk layanan, tarif dan jadwal tidak ada perubahan dan tetap diberlakukan seperti layanan saat menggunakan rangkaian KRL," ujar Karina dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Pengoperasian sementara KRL lintas Tanjung Priok dengan menggunakan rangkaian KRL Basoetta ini juga mengharuskan penyesuaian kembali pada jadwal layanan perjalanan kereta bandara sementara waktu.
Karena itu, KAI Commuter menghimbau penggunaKRLBasoetta untuk menyesuaikan kembali jadwal perjalanan.
"Mulai Kamis 10 September 2026 jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan," tambah Karina.
Penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal perjalanan yang terdampak dapat naik kereta pada jadwal sebelum atau setelah keberangkatan yang tertera pada tiket. Penumpang juga dapat mengajukan pengembalian dana (refund) tiket sebesar 100 persen melalui loket di stasiun-stasiun kereta Basoetta.
Pengalihan operasi kereta bandara dilakukan lantaran KRL Tanjung Priok dioperasikan untuk menambah perjalanan di KRL lintas Bogor. Mulai hari ini, KAI Commuter menambah 13 perjalanan KRL Bogor setelah melakukan evaluasi terhadap kepadatan penumpang imbas pengurangan 17 perjalanan sejak Senin (7/9).
"Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas layanan untuk mengoptimalkan jumlah jadwal perjalanan," kata Karina.
Dengan tambahan tersebut, jumlah perjalanan KRL Jabodetabek meningkat menjadi 1.061 perjalanan per hari. Sebelumnya, jumlah perjalanan hanya mencapai 1.048 perjalanan pada 7 hingga 9 September 2026.
KAI Commuter juga mengatakan penyesuaian sementara ini merupakan bagian dari evaluasi operasional di tengah perawatan sarana KRL.
"Tentunya KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul pada penyesuaian sementara layanan perjalanan Commuter Line pada lintas pelayanan yang terdampak," kata Karina.
(lil/pta)