BI Taksir Penjualan Eceran Menanjak Agustus 2026

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 03:45 WIB
Pedagang melayani pengunjung yang hendak membeli kebutuhan pokok di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan Toko Tani Indonesia (TTI), Ragunan, Selasa, Jakarta (05/05/2020). Pasar tani yang menggelar barang kebutuhan pokok bagi warga tersebut melayani
Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran tetap tumbuh positif pada Agustus 2026. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran tetap tumbuh positif pada Agustus 2026. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 yang prediksi tumbuh 0,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan pertumbuhan penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menopang pertumbuhan penjualan eceran pada Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 yang secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 0,5 persen (yoy)," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Kamis (10/9).

Meski tumbuh secara tahunan, penjualan eceran pada Agustus 2026 secara bulanan diprediksi terkontraksi tipis 0,1 persen (month to month/mtm). Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan penjualan pada kelompok barang lainnya.

"Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,1 persen (mtm)," ujarnya.

Namun, sejumlah kelompok masih mencatat pertumbuhan penjualan secara bulanan. Pertumbuhan tersebut berasal dari kelompok peralatan informasi dan komunikasi, bahan bakar kendaraan bermotor, serta suku cadang dan aksesori.

Sementara itu, kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 tercatat tumbuh 1,1 persen secara tahunan. Capaian tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang mengalami kontraksi 3 persen (yoy).

Ramdan mengatakan pertumbuhan penjualan eceran pada Juli terutama didorong oleh peningkatan pertumbuhan tahunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok barang lainnya. Namun, secara bulanan penjualan eceran Juli masih terkontraksi 0,1 persen.

"Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 tercatat terkontraksi sebesar 0,1 persen (mtm) dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah," jelasnya.

Di sisi lain, bank sentral memperkirakan tekanan inflasi pada Oktober 2026 dan Januari 2027 akan menurun. Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2026 sebesar 146,5 dan Januari 2027 sebesar 166,0.

Kedua angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, masing-masing sebesar 155,2 untuk Oktober 2026 dan 168,1 untuk Januari 2027. Ramdan mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya penurunan ekspektasi tekanan harga ke depan.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)