Harga Masker Mulai Turun di E-Commerce
Harga masker mulai kembali normal di sejumlah toko daring (online) pada Rabu (9/9). Permintaan masker sempat melonjak imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pantauan di TikTok Shop, Tokopedia, Rabu (9/9), sejumlah penjual kembali menawarkan masker duckbill dengan harga di bawah Rp30 ribu per kotak isi 50 lembar.
Salah satu toko menjual masker duckbill FACEMASK isi 50 lembar seharga Rp10.595. Produk serupa dari toko lain dibanderol Rp19.500 hingga Rp27 ribu per kotak.
Sementara itu, masker duckbill 50 lembar merek Dr. OTC dijual seharga Rp45 ribu. Harga tersebut telah mendapat potongan dari harga normal yang tercantum Rp50 ribu.
Temuan tersebut menunjukkan harga masker di sebagian toko daring mulai melandai setelah sempat melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan harga masker sempat ramai dikeluhkan masyarakat menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah konsumen bahkan mengaku harga masker di toko daring melonjak hingga berkali-kali lipat.
Di media sosial, salah satu pengguna X mengaku harga masker yang dibelinya pada Juli lalu masih di bawah Rp10 ribu per kotak melonjak menjadi Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kotak.
Lihat Juga : |
"Tanggal 25 Juli aku beli masker harganya masih under 10rb per box sekarang harganya naik jadi 35rban sampai 50rban per box," tulis akun X tersebut.
Unggahan itu juga memperlihatkan masker duckbill yang sebelumnya dibeli seharga Rp9.439 per boks. Namun, harga produk serupa dalam unggahan tersebut telah mencapai kisaran Rp34.999 hingga Rp49.499.
Lonjakan harga juga terjadi di pasar fisik. Di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, harga masker merek tertentu yang sebelumnya dijual sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kotak dilaporkan naik hingga Rp40 ribu pada Senin (7/9).
Kondisi tersebut membuat masker menjadi salah satu barang yang diburu masyarakat setelah abu vulkanik Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Meski demikian, harga masker di toko daring tampaknya tidak lagi seragam.
Sejumlah penjual masih menawarkan masker dengan harga lebih tinggi, sementara sebagian lainnya telah kembali menjual produk dengan kisaran harga yang lebih terjangkau.
(lil/sfr)