Luhut Targetkan Uji Coba Rekening Bansos Kuartal I 2027

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 20:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan di Istana Negara, Rabu (19/3) petang.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan uji coba rekening penyaluran bantuan sosial pada kuartal I 2027. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan uji coba rekening penyaluran bantuan sosial (bansos) pada kuartal I 2027.

Luhut mengatakan pemerintah masih menyelesaikan pembenahan dan pemadanan data penerima bansos sepanjang tahun ini. Setelah data tersebut dinilai lebih siap, pemerintah akan mulai melakukan uji coba distribusi rekening pada awal tahun depan.

"Kalau didistribusikan kita uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi tahun ini kita menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib," ujar Luhut dalam konferensi pers, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembukaan rekening tersebut merupakan bagian dari digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Sistem perlinsos digital ditargetkan mulai roll out secara nasional pada minggu ketiga Oktober 2026 dengan tingkat kesiapan sekitar 80 persen.

Luhut sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar masyarakat memiliki rekening bank. Rekening tersebut nantinya menjadi salah satu sarana penyaluran bantuan pemerintah secara langsung kepada masyarakat.

"Presiden (Prabowo Subianto) kemarin juga kebetulan sudah berikan instruksi untuk semua punya bank account. Karena pada akhirnya nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat," ujar Luhut.

Menurut Luhut, program tersebut juga akan menyasar sekitar 50 juta masyarakat termiskin di Indonesia.

"Itu arahan presiden. Nah, dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita. Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," ujarnya.

Luhut mengatakan pemerintah masih menyiapkan mekanisme penggunaan dana bantuan yang masuk ke rekening tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemberian kupon atau pembatasan penggunaan agar dana digunakan untuk kebutuhan pokok dan tidak digunakan untuk judi online.

"Kita masih mikir apakah nanti berikan kupon sehingga tidak boleh judi online. Jadi, hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Jadi, di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan," katanya.

Luhut menargetkan pembenahan data penerima bansos dapat diselesaikan tahun ini sehingga uji coba distribusi rekening pada kuartal I 2027 dapat dilakukan dengan data yang lebih tertib.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)