Resilien, 64 Persen UKM Catat Omzet Naik di Semester I 2026
Sebanyak 64 persen dari 1.269 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh Indonesia mengakui mencatatkan kenaikan omzet di semester I 2026, meningkat dari angka 48 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hasil itu diperoleh melalui Mandiri Business Survey yang dilakukan Mandiri Institute. Head of Mandiri Institute, Andre Simangunsong mengatakan, meluasnya peningkatan omzet menunjukkan kemampuan pelaku UKM dalam mempertahankan kinerja usaha di tengah berbagai tantangan.
Menurut Andre, kondisi tersebut juga mencerminkan bahwa peluang pertumbuhan masih terbuka seiring dengan terus berlangsungnya aktivitas ekonomi.
"Peningkatan jumlah UKM yang mencatat kenaikan omzet menunjukkan bahwa kegiatan usaha masih terjaga. Pelaku UKM juga terus menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan pasar untuk menjaga keberlanjutan usahanya," ujar Andre dalam keterangan resminya, Rabu (9/9).
Berdasarkan sektor usaha, pertanian menjadi sektor dengan proporsi pelaku usaha yang mencatatkan kenaikan omzet tertinggi, yakni 74 persen.
Selanjutnya, sektor transportasi dan logistik serta konstruksi masing-masing mencapai 68 persen. Proporsi yang sama juga tercatat pada sektor industri pengolahan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan kinerja UKM tidak hanya terjadi pada sektor yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat, tetapi juga ditopang sektor-sektor produktif yang terhubung dengan rantai pasok dan kegiatan ekonomi lainnya.
Andre menilai, kondisi ini dapat menjadi modal bagi pelaku UKM untuk mempertahankan kinerja usaha pada paruh kedua 2026. Penguatan ekosistem usaha serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif dinilai dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan ruang pertumbuhan yang masih tersedia.
"Kami melihat ruang pertumbuhan UKM masih terbuka, terutama dengan dukungan ekosistem usaha yang semakin kuat. Penguatan sektor-sektor produktif juga penting untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan ke depan," katanya.
Memasuki semester II 2026, peluang pertumbuhan UKM diperkirakan masih terbuka sejalan dengan prospek aktivitas ekonomi yang tetap terjaga. Bank Mandiri optimistis, peningkatan daya beli masyarakat, terutama menjelang periode kuartal IV 2026, dapat menjadi ruang tambahan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan bisnisnya.
Dengan kondisi tersebut, penguatan permintaan domestik dan kesinambungan aktivitas ekonomi menjadi faktor penting yang dapat menopang kinerja UKM hingga akhir tahun.
(rea/rir)