Cerita Dusun Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Pertamina

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 16:41 WIB
Program Desa Energi Berdikari membantu Desa Ujungalang, Kec. Kampung Laut, Kab. Cilacap, Jawa Tengah lepas dari gelap gulita. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Cilacap, CNN Indonesia --

Kehidupan masyarakat Dusun Bondan di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berubah drastis sejak 2017.

Daerah terluar tersebut berhasil bertransformasi sejak masuknya akses listrik pada 2017 melalui program Desa Energi Berdikari yang diinisiasi PT Pertamina Patra Niaga.

Jamal, tokoh penggerak lokal atau local hero Dusun Bondan, menjadi saksi hidup perubahan di tanah kelahirannya

Ia menceritakan bagaimana Pertamina membantu menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTMH) berkapasitas 16.200 Watt Peak (WP) yang memadukan panel surya dan kincir angin.

"Alhamdulillah, pada waktu itu di tahun 2017 kami dipertemukan dengan Pertamina Patra Niaga Cilacap terkait dengan program Desa Energi Berdikari pembangkit listrik tenaga hibrid," ujar Jamal dalam acara media gathering di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9).

Pembangkit ramah lingkungan tersebut kini mampu menerangi rumah dari 78 Kepala Keluarga (KK) di dusun itu.

Dengan emosional, Jamal menyebut kehadiran listrik membebaskan generasi muda di desanya dari kehidupan yang lekat dengan kegelapan.

"Anak-anak generasi selanjutnya tidak lagi merasakan pedihnya kehidupan dalam kegelapan. Alhamdulillah bisa maksimal belajar di siang ataupun malam hari. Mohon maaf, saya kadang terbawa suasana kalau menceritakan masalah saya," ujarnya.

Selain menjadi sumber penerangan, aliran listrik dari PLTMH turut mengakhiri krisis air bersih di Dusun Bondan.

Selama bertahun-tahun, warga yang dikelilingi air laut dan air payau ini terpaksa mempertaruhkan nyawa menyeberang sejauh empat kilometer menggunakan perahu kecil menuju Pulau Nusakambangan hanya untuk mendapatkan air tawar.

Berbekal pasokan listrik tersebut, warga kini berinovasi menciptakan mesin desalinasi yang mampu memproduksi sekitar 2.000 liter air bersih per hari.

"Dusun Bondan ini sebetulnya air banyak, tapi airnya asin. Maka saat itu, untuk memperoleh air bersih, kita harus ke Pulau Nusakambangan kurang lebih sekitar 4 km dengan perahu kecil dan resikonya sangat luar biasa," ujar Jamal.

Inovasi pengolahan air payau menjadi air tawar layak konsumsi ini dinamakan Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat atau SIDESIMAS.

Mesin ini bekerja dengan menampung air payau di tandon untuk diendapkan semalaman untuk menjaga keawetan saringan.

Setelah itu, listrik hibrida akan menggerakkan filter untuk menyaring kotoran dan membran khusus untuk memisahkan kandungan garam hingga menjadi air sistem desalinasi air berbasis masyarakat.

Tidak berhenti pada urusan air bersih, warga juga memanfaatkan listrik untuk menciptakan sistem alarm peringatan dini banjir rob.

"Dengan adanya pembangkit listrik ini juga kami bisa menerapkan sebuah inovasi, yaitu alarm banjir," ujar Jamal.

Saat air laut mulai pasang naik beberapa sentimeter, alarm akan memberitahukan para petani tambak agar mereka bisa mempersiapkan diri.

PLTMH ini juga dimanfaatkan untuk sumber energi listrik pada pengelolaan budidaya tambak ikan dari hulu hingga hilir.

Demi menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut, warga sepakat mengumpulkan iuran mandiri dan mendirikan Koperasi Bondan Sukses Sejahtera.

"Koperasi ini diinisiasi dari masyarakat lokal. Setelah kami diberikan sebuah sistem yang sangat luar biasa, kami masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya," ujar Jamal.

Koperasi ini tidak hanya bertanggung jawab atas biaya perawatan pembangkit listrik, tetapi juga menghimpun hasil panen tambak guna mengembangkan potensi ekonomi yang ada di Dusun Bondan

"Alhamdulillah keberadaan koperasi ini juga bisa membantu kebutuhan masyarakat yang ada di Dusun Bondan," ujar Jamal.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memberikan apresiasi tinggi kepada local hero seperti Jamal yang gigih meyakinkan masyarakat setempat.

Roberth menyadari mengajak warga untuk menerima inovasi baru bukanlah perkara mudah, lantaran kerap diwarnai penolakan dan keraguan akan hasil akhirnya.

"Para local hero inilah kepanjangan tangan dari Pertamina yang kemudian memberikan pemahaman. Makanya dinamakan local hero karena ini bicara dari suatu lokasi yang kemudian bergerak from zero to hero," ujarnya.

Melihat transformasi Dusun Bondan saat ini, Roberth menilai mereka sebagai bentuk keberhasilan dari Desa Energi Berdikari.

Ia menegaskan komitmen perusahaan energi pelat merah tersebut melampaui sekadar hitung-hitungan komersial.

"Di sinilah kita tidak bicara hanya bisnis, tapi kita juga bicara bagaimana Pertamina langsung turun memberikan kontribusi dan pastinya berdampak positif untuk masyarakat," ujar Roberth.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK