EDUKASI KEUANGAN

Tips Siapkan Dana Darurat untuk Hadapi Bencana

Lidya Julita Sembiring | CNN Indonesia
Sabtu, 12 Sep 2026 09:00 WIB
Ilustrasi Uang. CNN Indonesia/Adi Maulana
Jenis perlindungan asuransi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, tanggungan, serta risiko yang paling mungkin dihadapi.. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana).

4. Asuransi Pelengkap Dana Darurat

Dana darurat tidak harus menjadi satu-satunya perlindungan keuangan ketika menghadapi bencana. Asuransi dapat digunakan sebagai pelengkap untuk menutup potensi kekurangan dana ketika kebutuhan yang muncul jauh lebih besar daripada tabungan yang tersedia.

Andi menyebut asuransi sebagai bentuk leverage karena dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang bisa mendapatkan perlindungan dengan nilai pertanggungan yang jauh lebih besar.

"Karena bencana bisa datang kapan saja, tidak peduli apakah dana darurat kita sudah terkumpul 3x penghasilan atau belum, maka kita butuh leverage yang dapat meng-cover gap kekurangan dana darurat yang masih terjadi, dan asuransi dapat menjadi leverage tersebut," jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena dengan membayar uang premi yang nominalnya relatif kecil, kita bisa mendapatkan coverage yang nominalnya bahkan bisa melebihi kebutuhan dana darurat kita," sambung Andi.

Menurut Andi, asuransi rumah dan kendaraan bermotor dapat dipertimbangkan apabila dana yang tersedia masih mencukupi.

"Jika dana kita masih mencukupi, bisa dilengkapi juga dengan asuransi rumah dan kendaraan bermotor," pungkas Andi.

5. Pilih Asuransi Sesuai Kebutuhan

Tidak semua orang membutuhkan produk asuransi yang sama. Jenis perlindungan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, tanggungan, serta risiko yang paling mungkin dihadapi.

Andi menyebut asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sebagai dua jenis perlindungan yang dapat dipertimbangkan.

Menurutnya, asuransi kesehatan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak memiliki perlindungan kesehatan atau merasa kurang nyaman hanya mengandalkan BPJS Kesehatan.

Sementara asuransi jiwa dapat dipertimbangkan untuk memberikan perlindungan bagi keluarga apabila pencari nafkah meninggal dunia.

Dandy juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli produk asuransi secara sembarangan. Kebutuhan dan tingkat urgensi perlindungan harus menjadi pertimbangan utama agar produk yang dibeli benar-benar memberikan manfaat.

"Untuk produk asuransinya sesuaikan juga dengan kebutuhan dan urgency sekarang apa, untuk menghindari salah beli produk asuransi," ujar Dandy.

Ia mencontohkan tulang punggung keluarga atau generasi sandwich yang memiliki banyak tanggungan dapat mempertimbangkan asuransi jiwa.

"Contoh tulang punggung keluarga atau sandwich generation perlu asuransi jiwa," katanya.

Sementara itu, masyarakat yang tidak memiliki asuransi dari kantor atau merasa perlindungan yang diberikan perusahaan belum mencukupi dapat mempertimbangkan asuransi kesehatan.

"Kalau dirasa kurang nyaman dengan fasilitas BPJS, tidak punya asuransi kantor atau asuransi dari kantor tidak cukup maka bisa mempertimbangkan asuransi kesehatan," ujar Dandy.

6. Atur Porsi Dana untuk Instrumen Lain

Andi mengatakan porsi dana yang dialokasikan untuk perlindungan asuransi dan instrumen dana darurat lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

"Prosentasenya dibandingkan dengan dalam bentuk uang yang kita investasikan ke instrumen lain bisa 50 persen : 50 persen atau disesuaikan dengan kebutuhan," kata Andi.

Dandy memberikan acuan berbeda dengan menyarankan masyarakat menyisihkan sekitar 10 persen-20 persen dari pendapatan untuk kebutuhan asuransi.

Namun, angka tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial dan kebutuhan perlindungan masing-masing.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

HALAMAN:
1 2