Amran Klaim Stok Beras RI Aman Meski Ada El Nino, Cukup 10 Bulan

CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 03:45 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional masih aman meski Indonesia menghadapi ancaman fenomena kekeringan ekstrem El Nino. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim stok beras nasional masih aman meski Indonesia menghadapi ancaman fenomena kekeringan ekstrem El Nino.

Ia memperkirakan ketersediaan beras yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.

Amran mengatakan perhitungan tersebut mempertimbangkan sejumlah sumber pasokan, mulai dari standing crop atau tanaman yang masih berada di lahan, stok beras yang ada di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga, hingga cadangan beras yang tersimpan di Bulog.

"Standing crop ada kurang lebih hampir 4 juta (ton), 3,8 juta (ton). Standing crop artinya yang tanaman berdiri sekarang. Kemudian, ada beras di horeka, hotel, restoran, dan rumah-rumah seluruh Indonesia. Kemudian, juga ada di Bulog. Totalnya 26 juta (ton)," ujar Amran di Kementan, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Dengan kebutuhan beras sekitar 2,6 juta ton per bulan, Amran menghitung total ketersediaan tersebut secara teoritis dapat mencukupi kebutuhan sekitar 10 bulan.

"Kalau (kebutuhan konsumsi) 2,6 juta per bulan, berarti (stok cukup untuk) 10 bulan, kan? 10 bulan ke depan, sekarang September, ya. Oktober, November, Desember, Januari, Februari, oh, overlap. Panen puncak di Maret lagi. Jadi aman," ujarnya.

Amran mengatakan perhitungan tersebut juga memperhitungkan panen puncak yang diperkirakan berlangsung pada Maret. Dengan demikian, pasokan baru dari hasil panen akan masuk sebelum persediaan yang ada habis.

Ia juga memastikan dampak El Nino terhadap produksi pangan masih dalam batas yang dapat diantisipasi.

Menurut Amran, kekeringan yang telah dilaporkan saat ini diperkirakan berdampak pada sekitar 50 ribu hektare lahan pertanian, tetapi belum mengganggu kondisi produksi secara nasional.

"Kekeringan yang masuk, mungkin sekarang ya, estimasi (lahan pertanian yang terdampak ada) 50 ribuan hektare. Tapi itu masih posisi aman. Kita lihat dari BPS produksi kita masih aman," ujarnya.

Untuk menjaga produksi selama musim kering, pemerintah memprioritaskan penanaman di wilayah yang memiliki jaringan irigasi. Amran menyebut luas lahan yang jaringan irigasinya telah diperbaiki mencapai sekitar 3-4 juta hektare.

Pemerintah juga menyiapkan benih tahan kekeringan, metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS), serta pompanisasi bagi lahan yang memiliki sumber air.

Amran mengatakan langkah tersebut dilakukan agar El Nino tidak mengganggu musim tanam dan produksi pangan. Ia juga menyiapkan bantuan bagi petani yang lahannya terdampak kekeringan berupa benih, pengolahan lahan, alat mesin pertanian, dan pompanisasi.

"Yang kekeringan langsung kita bantu pengolahan dan benih. Jadi jangan biarkan petani jalan sendiri. Kita ada benih gratis, kemudian alat mesin pertanian gratis, bantu pompanisasi gratis," ujarnya.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK