PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tetap dijaga di tengah lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengatakan stok BBM di terminal terus diperbarui secara berkala. Penambahan pasokan juga dilakukan untuk mengantisipasi tingginya konsumsi masyarakat.
"Stok BBM di terminal kami itu biasanya di-top up setiap satu atau dua-tiga harian, tergantung datangnya kapan. Ini terus kami koordinasikan dengan pusat," kata Deny di Polda Sulsel, Senin (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Deny, Pertamina telah menambah kapal untuk memperkuat pasokan BBM di Makassar. Kapal dengan muatan sekitar 16 ribu kiloliter (kl) dijadwalkan bersandar untuk mendukung penyaluran.
"Pada saat ada terjadi lonjakan kemarin, kami sudah berkoordinasi dan kemarin juga sudah kita tambahkan kapal penyaluran. Ini sudah ada kapal yang akan sandar sekitar 16 ribu kiloliter per hari ini. Jadi, ini terus kita tambah sehingga stoknya kita upayakan tetap ada," ungkapnya.
Deny membantah adanya pemotongan jatah penyaluran BBM ke sejumlah SPBU, termasuk dari yang sebelumnya menerima 16 kiloliter menjadi hanya 8 kiloliter atau 6 kiloliter. Namun, ada penyesuaian penyaluran sesuai dengan kebutuhan, kondisi stok, jalur distribusi, dan tingkat penjualan masing-masing SPBU.
"Ini hanya soal manajemen distribusi. Tetap kita salurkan. Jadi tidak ada kita potong 16 (kiloliter) ke 8 kiloliter," ujarnya.
Deny mengungkapkan kebutuhan BBM normal di Kota Makassar berada di atas 700 kiloliter per hari. Namun, lonjakan permintaan membuat penyaluran meningkat hampir dua kali lipat.
Pada 11 September, Pertamina menyalurkan sekitar 1.200 kiloliter BBM ke wilayah Makassar. Angka tersebut mencapai sekitar 1.000 kiloliter pada 12 September dan kembali meningkat menjadi 1.300 kiloliter per hari pada 14 September.
"Jadi bayangkan ini sudah hampir dua kali lipat kita salurkan untuk Kota Makassar saja," katanya.
Meski pasokan telah ditambah, tingginya penyerapan di SPBU membuat BBM lebih cepat habis. Kondisi tersebut juga menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Deny mengatakan dugaan adanya konsumen dari luar Makassar yang ikut membeli BBM di wilayah kota masih perlu didalami bersama kepolisian.
"Di perbatasan kemungkinan ada, tapi tempatnya seperti apa, nanti kita mengetahui," tuturnya.
Ia memastikan Pertamina terus berupaya mencegah antrean dan kelangkaan BBM kembali terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan meningkatkan biaya operasional distribusi.
"Kami bersama masyarakat mencegah ini bisa terulang kembali," katanya.
Selain BBM, Pertamina memastikan stok LPG bersubsidi di Makassar dan sejumlah wilayah sekitarnya dalam kondisi aman.
"Saat ini, dalam kondisi aman dan cukup. Kenapa? Karena mungkin bisa disampaikan ke kami, karena kita ada yang namanya extra supply, atau extra dropping. Jadi di luar reguler, ini kita keluarkan 30-50 persen," jelasnya.
(mir/pta)
