Ara Pesan 2,5 Juta Genteng UMKM, Program Gentengisasi Dimulai Oktober

CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 03:45 WIB
Menteri Ara umumkan program gentengisasi mulai Oktober-November, menyerap 2,5 juta genteng dari UMKM. Fokus pada kesehatan dan pengembangan ekonomi lokal. (FOTO:CNN Indonesia/ Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan program bakal segera dimulai pada Oktober sampai November dengan menyerap sebanyak 2,5 juta genteng.

Pria yang akrab disapa Ara itu menerangkan genteng dengan jumlah tersebut adalah hasil produksi UMKM dari Purwakarta dan Majalengka.

"500 ribu genteng akan dikirimkan bulan depan di Purwakarta, dan 2 juta genteng produk UMKM kita, itu akan kita kirim di Jatiwangi, Majalengka. Sehingga nanti masyarakat kecil UMKM juga bisa merasakan dapat pembangunan," kata Ara dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Gedung BJ. Habibie BRIN Jakarta Pusat, Senin (14/9).

Meski genteng-genteng dari UMKM, Ara tidak meragukan kualitas genteng yang dihasilkan karena semua genteng tersebut sudah melalui sertifikasi.

Ara juga meminta ke depannya daerah-daerah lain, khususnya Jawa Timur untuk juga peka terhadap potensi produksi genteng oleh UMKM. Ia pun berkomitmen akan membina UMKM terkait dan menyerap hasil produksinya.

"Saya mohon juga Ibu Gubernur Jawa Timur, kalau boleh UMKM-UMKM Jawa Timur juga pasti banyak, biar dibina supaya kami bisa nanti melakukan pemesanan. Kalau bisa nanti setiap provinsi itu jangan jadi pasar, tapi jadi produser, supaya pesannya dari provinsi itu, supaya bisa menggerakkan ekonomi di tempat itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan terdapat dua kota yang memiliki tingkat penggunaan asbes paling banyak, yakni Jakarta dan Bangka Belitung.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap DKI Jakarta merupakan provinsi kedua paling banyak menggunakan atap asbes, yakni sebesar 54,6 persen dari total rumah. Sementara, peringkat pertama dipegang Kepulauan Bangka Belitung yaitu sebesar 56,7 persen.

Menurut Ara, langkah penggantian atap asbes dengan genteng penting dilakukan dari sisi kesehatan karena paparan asbes dapat membahayakan tubuh.

"Iya dong (diganti) karena asbes itu kan tidak sehat, ya. Yang paling tinggi itu dari data BPS, itu persentasenya ada di Jakarta dan Bangka Belitung," kata Ara.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK