ANALISIS

Membaca Sebab Purbaya Direshuffle Prabowo

Laurent Nabila Zahra Tanjung | CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 07:47 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah dan Banggar
Warisan PR Buat Suahasil. (Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN)

Terkait penunjukan Suahasil, Syafruddin menilai langkah tersebut masuk akal apabila tujuan Prabowo mengurangi risiko transisi dan memulihkan keyakinan bahwa aturan fiskal tidak berubah secara mendadak.

Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Ia pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal dan menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Pengalaman tersebut membuatnya memahami APBN, penerimaan, pembiayaan, hubungan pusat-daerah, hingga komunikasi dengan pasar.

"Kekuatan utamanya adalah kontinuitas institusional dan kemampuan teknokratis," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurut Syafruddin, tantangan Suahasil bukan hanya menguasai angka, tetapi juga harus memiliki cukup otoritas untuk menolak program prioritas yang tidak memiliki sumber pembiayaan sehat atau manfaat ekonomi yang lemah.

"Suahasil tepat secara teknis, tetapi keberhasilannya akan ditentukan oleh seberapa kuat ia menjaga disiplin fiskal di tengah target pertumbuhan 6 persen dan agenda belanja besar," ujarnya.

Pasar, kata dia, nantinya tidak hanya menilai rekam jejak Suahasil, tetapi juga kemampuannya menjaga defisit, transparansi kewajiban, serta konsistensi kebijakan tanpa menghambat pertumbuhan.

Pekerjaan rumah paling mendesak Suahasil adalah menjaga kredibilitas RAPBN 2027 sembari mendukung target pertumbuhan 6 persen. Pemerintah merencanakan pendapatan negara Rp3.426 triliun, belanja Rp4.097,2 triliun, pembiayaan Rp671,2 triliun, dan defisit 2,40 persen PDB.

Syafruddin menilai Suahasil harus memastikan tambahan belanja benar-benar meningkatkan produktivitas dan menarik investasi swasta, bukan sekadar memperbesar kebutuhan utang.

Ia juga perlu menjaga biaya pembiayaan karena kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) dapat memperbesar beban bunga utang dan mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta transfer ke daerah.

Selain itu, seluruh kewajiban fiskal, termasuk dukungan kepada BUMN dan proyek strategis, perlu dibuat transparan agar pasar tidak menilai terdapat beban tersembunyi.

"Prioritas akhirnya sederhana: menjaga pertumbuhan tanpa membeli pertumbuhan itu dengan kredibilitas fiskal yang lebih rendah," kata Syafruddin.

Dari sisi dunia usaha, Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin menilai penunjukan Suahasil merupakan langkah tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia 2019-2023 tersebut, pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan akan memudahkannya mengambil kebijakan fiskal dan ekonomi makro yang saat ini dinantikan dunia usaha.

"Saya kira dalam situasi ekonomi global yang masih terus bergejolak dan penuh ketidakpastian maka penunjukan Prof Suahasil sebagai Menteri Keuangan adalah langkah yang sangat tepat, mengingat jam terbangnya yang sudah lama malang melintang di Kementerian Keuangan sehingga akan sangat cepat dan mudah dalam mengambil berbagai kebijakan fiskal dan ekonomi makro yang memang sedang ditunggu-tunggu dunia usaha," kata Saleh di Jakarta, Senin (14/9).

Saleh mengaku mengenal Suahasil yang juga merupakan akademisi FEB UI dan pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal untuk memahami bagaimana menggerakkan sektor industri dan perdagangan.

"Kebetulan saya mengenal betul dengan Prof Suahasil yang juga seorang akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal sehingga mengetahui bagaimana cara menggerakan sektor industri dan perdagangan agar mesinnya terus bergerak sehingga ekonomi dapat terus tumbuh menuju apa yang diharapkan Bapak Presiden Prabowo yaitu 8 persen," ujarnya.

Ia menilai pemerintah membutuhkan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam menggerakkan perekonomian. Karena itu, selain mengelola perimbangan keuangan pusat dan daerah, kebijakan fiskal Suahasil diharapkan tidak menghambat aktivitas industri dan perdagangan.

"Semoga Prof Suahasil terus mengedepankan kebijakan yang pro growth untuk langkah-langkahnya ke depan," kata Saleh.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

HALAMAN:
1 2