Profil Haji Isam, Pengusaha yang Incar Saham Bayan Milik Orang Kaya RI
Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam tengah menjadi sorotan setelah PT Jhonlin Baratama, entitas yang dikendalikannya, meneken perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengambil alih 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Melansir laman Forbes Indonesia, tahun lalu Low Tuck Kwong masuk dalam jajaran orang terkaya RI nomor empat dengan kekayaan US$24,9 miliar. Hingga Kamis (17/9), taipan kelahiran Singapura itu memiliki harta US$19 miliar atau setara Rp337,09 triliun (kurs Rp17.742).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong bersama Elaine Low menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026. Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa Bayan.
Transaksi tersebut belum sepenuhnya rampung. Manajemen Bayan menyebut penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan dan kondisi pendahuluan.
"Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, Pembeli akan memiliki 10.000.000.500 (sepuluh miliar lima ratus) saham biasa Perseroan," tulis Manajemen Bayan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (17/9).
Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan Haji Isam mengincar sekitar 62 persen saham Bayan milik Low Tuck Kwong dengan nilai penawaran sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun (asumsi kurs Rp17.510 per dolar AS). Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan tersebut.
Lantas, siapa sebenarnya Haji Isam?
Andi Syamsuddin Arsyad lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 1 Januari 1977. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemilik Jhonlin Group, konglomerasi yang memiliki bisnis di sejumlah sektor, terutama pertambangan batu bara, perkebunan, energi, logistik, transportasi, hingga manufaktur.
Sebelum menjadi pengusaha, Haji Isam disebut memulai karier dari pekerjaan sebagai tukang ojek, sopir truk pengangkut kayu, hingga pekerja tambang.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA pada 1996, ia tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya dan memilih bekerja sebagai sopir truk kayu selama tiga tahun.
Dari pergaulannya dengan pengusaha lokal, Haji Isam kemudian mengenal bisnis pertambangan batu bara. Pada 2003, ia mendirikan PT Jhonlin Baratama yang kemudian berkembang menjadi Jhonlin Group.
Bisnis Jhonlin kemudian meluas. Grup tersebut menaungi sejumlah perusahaan, antara lain PT Jhonlin Baratama, PT Jhonlin Marine and Shipping, PT Jhonlin Air Transport, PT Jhonlin Agromandiri, PT Jhonlin Batu Mandiri, hingga Jhonlin Agro Raya.
Selain pertambangan batu bara, Jhonlin Group memiliki usaha di bidang jasa pelabuhan, bongkar muat di laut lepas, pelayaran, transportasi udara, pengolahan karet, minyak sawit, biodiesel, hingga persewaan jet pribadi.
Salah satu perusahaan di bawah grup tersebut, PT Jhonlin Agro Raya yang bergerak di bidang biodiesel dan telah melantai di BEI sejak 2022. Dalam penawaran umum perdana saat itu, perusahaan menawarkan sebanyak-banyaknya 1.222.950.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Haji Isam juga mengembangkan bisnis di sektor gula. Pada 2017, ia membangun pabrik gula dan kebun tebu seluas 20 ribu hektare di Bombana, Sulawesi Tenggara, melalui PT Jhonlin Batu Mandiri sebagai bagian dari proyek swasembada gula.
Pabrik gula yang dioperasikan PT Alam Gemilang tersebut kemudian diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2020. Setahun kemudian, Jokowi juga meresmikan pabrik milik Haji Isam yang bergerak di sektor biodiesel.
Di luar bisnis, Haji Isam juga dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif. Ia mengelola Jhonlin Racing Team yang memiliki fasilitas balap di Batulicin, Kalimantan Selatan.
Nama Haji Isam juga beberapa kali muncul dalam kegiatan politik dan pemerintahan. Ia pernah menjadi wakil bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 dan sempat aktif di Partai Amanat Nasional (PAN).
Hubungannya dengan Jokowi juga terlihat dari sejumlah agenda peresmian proyek bisnis miliknya yang dihadiri mantan presiden tersebut.
Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Haji Isam juga tercatat beberapa kali hadir dalam agenda di Istana Negara. Salah satunya ketika ia ikut dalam pertemuan dan makan siang Prabowo bersama para pengusaha Jepang pada Desember 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memperkenalkan Haji Isam sebagai salah satu pengusaha asal Kalimantan kepada para pengusaha Jepang.
Haji Isam juga diangkat sebagai Anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk masa bakti 2024-2029.
Ia kemudian mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo pada Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara, Senin (25/8).
"Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada Andi Syamsuddin Arsyad. Beliau berjasa luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Beliau membangun kiprah bisnisnya, terutama di sektor pertambangan batu bara, transportasi, dan infrastruktur dan membuka banyak lapangan pekerjaan," kata pembawa acara dalam acara tersebut.
Selain aktivitas bisnis, Haji Isam juga terlibat dalam proyek pembangunan jalan untuk mendukung proyek cetak sawah di Merauke yang disebut menjadi salah satu proyek yang diberikan negara kepadanya.
(del/ins)