Rupiah Loyo ke Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.779 per dolar AS pada perdagangan Senin (21/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China stabil, peso Filipina melemah 0,04 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,12 persen, serta Dolar Singapura menguat 0,04 persen.
Kemudian, yen Jepang menguat 0,07 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,25 persen, dan dolar Hong Kong stabil.
Sementara itu, mayoritas mata uang utama negara maju melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,03 persen.
Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,09 persen, dan franc Swiss turun 0,02 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga the Fed. Hal tersebut pun memberikan tekanan pada Bank Indonesia (BI) menjelang (Rapat Dewan Gubernur) RDG BI Rabu ini.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga the Fed yang memberikan tekanan pada BI menjelang RDG BI Rabu ini,," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/9).
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS.