Amran Bidik Buka Lahan hingga 2 Juta Ha Demi Dorong BBM E20 2029

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 03:30 WIB
Mentan Amran menyiapkan pembukaan lahan baru seluas 1 juta hingga 2 juta ha untuk mendukung program produksi etanol berbahan baku tebu, singkong, dan jagung. (CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan pembukaan lahan baru seluas 1 juta hingga 2 juta hektare untuk mendukung program produksi bahan bakar etanol berbahan baku tebu, singkong, dan jagung.

Pemerintah menargetkan campuran etanol dalam bensin atau E20 dapat diterapkan pada 2029.

Amran mengatakan pemerintah baru memulai konsolidasi program tersebut setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Sebanyak 44 bupati disebut telah menyatakan dukungan terhadap program pengembangan komoditas bahan baku etanol.

"Etanol ini butuh lahan 1 juta sampai 2 juta hektare dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya, kita gerakan masif seluruh Indonesia," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9).

Untuk tahap awal, pemerintah akan mengembangkan lahan untuk tiga komoditas tersebut secara bertahap. Amran menyebut kebutuhan lahan terbesar adalah untuk tebu, yakni sekitar 1 juta hektare.

Pemerintah juga akan memberikan dukungan alat dan mesin pertanian serta melakukan uji coba penanaman jagung di sejumlah daerah.

Menurut Amran, lahan yang disiapkan tidak serta-merta berasal dari pembukaan kawasan hutan. Pemerintah akan terlebih dahulu menyeleksi lahan yang sudah tersedia, termasuk area yang direncanakan untuk agroforestri dan tanaman pangan serta lahan yang telah dilepaskan.

"Kita melihat lahan yang pertama kan ada lahan yang mau dihutankan kembali atau agroforestri untuk tanaman pangan, itu kan ada 20 juta (hektare). Ya, kita pilih dari situ dulu. Jadi jangan langsung babat hutan, enggak. Itu (opsi) terakhir," ujarnya.

Amran mengatakan terdapat sekitar 1,3 juta hektare lahan yang sudah dilepaskan yang juga akan diseleksi untuk melihat kesesuaiannya dengan pengembangan tebu.

Pelepasan kawasan hutan, kata dia, menjadi pilihan terakhir dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan.

Pemerintah juga masih menghitung skema pembiayaan pembangunan pabrik etanol. Amran mengatakan porsi pembiayaan akan diupayakan berasal dari BUMN dan swasta.

Pemerintah akan memprioritaskan kemampuan BUMN terlebih dahulu, sedangkan kebutuhan yang belum terpenuhi akan dibuka untuk swasta.

"Anggarannya mungkin 30 persen dari BUMN, 70 persen dari swasta dan pasti swasta mau karena tanahnya disiapkan oleh negara," kata Amran.

Namun, komposisi tersebut belum menjadi angka final. Amran mengatakan porsi BUMN dapat mencapai 30 persen, 40 persen, bahkan 50 persen bergantung pada kemampuan perusahaan negara, sebelum sisanya dipenuhi swasta.

Ia menyebut kepastian lahan menjadi salah satu faktor penting agar investasi pembangunan pabrik dapat berjalan. Berdasarkan pengalaman pemerintah membangun 10 pabrik gula, proses pembangunan disebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun ketika penyiapan lahan dikawal pemerintah.

Program etanol tersebut akan dilakukan bertahap. Pemerintah menargetkan implementasi E5, E10, kemudian E20 pada 2029. Setelah itu, Amran menyebut pemerintah memperkirakan bauran etanol dapat terus ditingkatkan menuju E40 pada 2030 atau 2031.

"Ini E5, E10, E20 di 2029. Bisa perkiraan kita menuju nanti, bisa kita hitung ya, kalau kita bergerak dari sekarang itu bisa E40 2030, 2031," ujarnya.

Menurut Amran, pengembangan etanol bersama program biodiesel B50 juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Jika seluruh program tersebut berjalan, ia memperkirakan penghematan devisa dapat mencapai sekitar US$30 miliar atau sekitar Rp500 triliun per tahun.

Selain itu, Amran memperkirakan program tersebut berpotensi menciptakan sedikitnya 8 juta lapangan kerja permanen. Ia mengatakan manfaat ekonomi diharapkan dapat mengalir ke petani melalui pengembangan komoditas bahan baku energi.

Untuk pelaksanaan di daerah, pemerintah akan menggandeng pemerintah kabupaten dan kementerian/lembaga terkait. Amran mengatakan konsolidasi awal telah dilakukan bersama jajaran Kementerian Kehutanan dan pihak BUMN.

"Pokoknya kita jaga lingkungan, tetapi kita juga menjadi swasembada energi atau berdaulat energi," ujar Amran.

Tahap awal penyiapan lahan sendiri baru dimulai. Amran mengatakan pemerintah berharap penanaman sudah dapat dimulai tahun ini, meski sebelumnya ia menyebut target mulai bergerak pada tahun depan.

Program tersebut akan diarahkan tidak hanya untuk etanol, tetapi juga pengembangan tebu, singkong, dan jagung sebagai komoditas strategis. Amran menyebut pemerintah juga menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan sehingga bahan baku tersebut dapat dikonversi menjadi etanol untuk mendukung target bauran energi nasional.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK