Bahlil Bakal Pangkas Proses Tender di Proyek PLTS 100 GW
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan memangkas proses tender di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW).
Bahlil menyebut proyek PLTS berkapasitas 100 GW ini membutuhkan investasi sekitar US$70 miliar hingga US$73 miliar.
Ia pun berencana memangkas proses tender dalam proyek ini agar tidak berjalan terlalu lama. Menurut Bahlil, hal yang terpenting adalah proyek ini bisa menguntungkan kedua belah pihak.
"Proses tendernya harus mulai berjalan. Kita pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama. Kita pangkas birokrasinya, kalau memang ekonomis kita tunjuk dia saja. Tidak usah terlalu lama, terlalu mutar-mutar terlalu banyak, yang penting bisa saling menguntungkan dan win-win," ujarnya dalam acara Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (22/9).
Bahlil mengatakan pembangunan proyek PLTS 100 GW akan melibatkan pemerintah, akademisi, dan pengusaha.
Bahan konstruksinya pun akan memprioritaskan hasil produksi dari dalam negeri.
Jika memang harus menggunakan bahan produksi dari luar negeri, Bahlil mengatakan impor akan dilakukan secara selektif.
"Kalau dalam negerinya tidak cukup, kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor, tapi betul-betul selektif. Kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk dari luar, kemudian mematikan produk dalam negeri," ujar Bahlil.
Dalam rencana pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW) selama tiga tahun ke depan, Bahlil menyebut pemerintah telah meluncurkan sekitar 5,5 GW pada tahap pertama tahun ini.
Pada tahun ini, kapasitas PLTS yang dapat terbangun diperkirakan mencapai sekitar 25-30 GW.
Pada 25 Agustus yang lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program PLTS 100 GW di Kabupaten Jembrana, Bali.
Prabowo mengatakan proyek nasional PLTS dengan kapasitas total 100 GW ini diawali dari 14 PLTS di sejumlah provinsi, termasuk Bali.
"Selasa 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GW diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 GW," ujar Prabowo saat peresmian yang disiarkan daring.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 30 GW PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Ia menyebut Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GW, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GW.
(dhz/sfr)