KAI Bakal Perpanjang Rute KRL hingga Cikampek-Cigombong, Kelar 2028

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 18:16 WIB
Sejumlah komuter perempuan memadati gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) di peron 3-4 Stasiun Manggarai, Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026). (CNN Indonesia/Febria Adha L)
KAI akan memperpanjang jaringan KRL Jabodetabek hingga Cikampek dan Cigombong dengan target kapasitas 2 juta penumpang per hari pada 2028. (FOTO:CNN Indonesia/Febria Adha L).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin mengatakan jaringan KRL Jabodetabek akan diperpanjang dari Cikarang hingga Cikampek di sisi timur dan dari Bogor hingga Cigombong di sisi selatan.

Perpanjangan elektrifikasi tersebut ditargetkan selesai pada 2028 sebagai bagian dari rencana KAI mengejar kapasitas angkutan hingga 2 juta penumpang per hari.

"Yang untuk Bekasi Line itu kita extend. Dari Cikarang itu kita extend sampai Cikampek, itu ada sekitar 42 kilo lagi ke sananya. Kemudian yang untuk Bogor Line itu kita extend, yang sekarang sampai Bogor itu sampai Cigombong, sampai Lido," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengembangan tersebut dilakukan seiring pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek. Bobby mengatakan jumlah penumpang rata-rata saat ini mencapai sekitar 1,1 juta orang per hari, dengan jumlah pada periode puncak mencapai 1,3 juta penumpang per hari.

Berdasarkan paparannya, permintaan perjalanan KRL diproyeksikan terus meningkat. KAI mencatat pertumbuhan penumpang pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai lebih dari 11 persen.

KAI juga mencatat kawasan Jabodetabek memiliki sekitar 31,8 juta penduduk dengan sekitar 48 juta pergerakan harian. Namun, porsi KRL dalam moda transportasi harian baru sekitar 3 persen, dibandingkan sepeda motor 45 persen, mobil 36 persen, dan bus 16 persen.

[Gambas:Youtube]

"Pada saat ini, rata-rata harian itu 1,1 juta penumpang. Peak-nya itu 1,3. Nah dengan kita meningkatkan prasarana ini, itu kita menuju ke 2 juta penumpang," ujar Bobby.

Untuk jalur Bekasi, KAI akan memperpanjang elektrifikasi dari Cikarang menuju Cikampek. Tambahan jalur tersebut memiliki panjang sekitar 42 kilometer.

Pengembangan ini masuk dalam rencana peningkatan kapasitas jaringan KRL Jabodetabek. KAI juga menyiapkan berbagai peningkatan sarana dan prasarana secara bertahap, mulai dari gardu traksi (GT), listrik aliran atas (LAA), persinyalan, depo, stabling, hingga perpanjangan peron dan stasiun.

Sementara di jalur Bogor, KAI akan memperpanjang jaringan dari Bogor menuju Cigombong hingga kawasan Lido.

"Begitu nanti kita tingkatkan listriknya, semuanya itu akan SF12. Itu satu. Yang kedua, begitu nanti kita tingkatkan pensinyalannya, yang sekarang headway-nya itu 10-15 menit, itu akan kita kurangi menjadi 4 sampai 5 menit," kata Bobby.

KAI juga menyiapkan peningkatan kapasitas di Green Line atau jalur Rangkasbitung. Pada 2026, KAI akan memasang lima gardu traksi baru dan melakukan peningkatan pada sembilan gardu lainnya.

Dengan tambahan kapasitas listrik tersebut, seluruh perjalanan di jalur Rangkasbitung ditargetkan dapat menggunakan rangkaian SF12 mulai semester I 2027. Saat ini, jalur tersebut masih menggunakan kombinasi rangkaian SF8 dan SF10 karena keterbatasan daya listrik.

Selain kelistrikan, sistem persinyalan juga akan ditingkatkan. Headway yang saat ini sekitar 10-15 menit ditargetkan menjadi 4-5 menit.

Bobby mengatakan peningkatan kapasitas di jalur Rangkasbitung tidak berarti perpanjangan rute hingga Serang atau Pandeglang. Untuk tahap ini, pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas hingga Rangkasbitung.

Dalam paparan KAI, pemenuhan kapasitas KRL Jabodetabek dibagi dalam tiga tahap. Pada periode 2026-2027, KAI menempatkan sejumlah proyek sebagai quick win, antara lain pemasangan Automatic Train Protection (ATP), penambahan fasilitas stabling dan depo, peningkatan GT dan LAA, serta perpanjangan peron dan stasiun.

Selanjutnya, pada 2028-2030, KAI menyiapkan ATP dan sistem persinyalan serta telekomunikasi baru, pembangunan stabling dan depo, peningkatan GT dan LAA, serta elektrifikasi.

Adapun pada 2031-2040, pengembangan diarahkan pada peningkatan dan revitalisasi GT dan LAA, peremajaan LAA, serta elektrifikasi jaringan.

KAI menyebut peningkatan kapasitas akan dilakukan bertahap dengan mengoptimalkan aset yang sudah ada, kemudian melakukan ekspansi kapasitas dan integrasi sistem hingga pengembangan serta modernisasi jaringan.

Bobby mengatakan pengembangan tersebut juga diarahkan pada tiga lintasan strategis yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan penumpang tinggi, yakni Red Line, Blue Line, dan Green Line.

Dengan seluruh pengembangan tersebut, KAI membidik kapasitas jaringan KRL Jabodetabek menuju 2 juta penumpang per hari, dari rata-rata sekitar 1,1 juta penumpang saat ini.

"Iya. (Perpanjangan jalur KRL) 2028 harusnya sudah selesai," kata Bobby.

(del/ins)
placeholder