7 KRL Buatan INKA Ditarik KAI, Ini Alasannya

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 09:06 WIB
Dirut KAI Bobby Rasyidin mengatakan penarikan 7 KRL buatan INKA dilakukan usai menemukan komponen yang berpotensi mengganggu operasional dan keselamatan. (Foto: CNN Indonesia/Rizky Fajar Novanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menarik kembali atau recall tujuh trainset KRL buatan PT Industri Kereta Api (INKA).

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan penarikan dilakukan setelah menemukan komponen pada rangka bawah yang mengalami fraktur dan masuk kategori no-go item terkait keselamatan.

Menurutnya, temuan tersebut muncul saat KAI melakukan pengecekan terhadap KRL buatan INKA. Setelah ditelusuri, tujuh trainset diketahui menggunakan komponen yang diproduksi di tempat dan batch yang sama.

"Dua minggu tiga minggu yang lalu, kami terpaksa recall tujuh unit trainset dari INKA. Ini kenapa? Karena kami menemukan ketika kami melakukan pengecekan, itu ada komponen yang mempunyai potensi fatigue, yang mempunyai potensi untuk mengganggu operasional dari kereta ini," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

KAI kemudian melakukan pemeriksaan ulang bersama INKA dan menemukan komponen yang perlu diperbaiki. Dari pemeriksaan tersebut, perseroan menemukan tujuh trainset memiliki komponen dari produksi dan batch yang sama sehingga seluruhnya ditarik untuk diperiksa.

Bobby menjelaskan dalam sarana kereta terdapat tiga kategori komponen, yakni no-go item yang berkaitan dengan keselamatan, major item yang dapat mengganggu operasional, serta minor item yang tidak mengganggu operasional tetapi dapat memengaruhi kenyamanan.

Komponen yang ditemukan bermasalah dalam kasus tujuh trainset tersebut masuk kategori no-go item. Komponen itu berada pada rangka bawah kereta dan ditemukan mengalami fraktur.

"No-go item itu ada komponen di rangka bawahnya. Di rangka bawahnya memang ditemukan fraktur. Jadi kami melihat ini produksi mana? Komponen ini produksi mana? Dan ini produksi lokal, dalam negeri," ujarnya.

KAI kemudian melakukan pemeriksaan terhadap seluruh komponen yang diproduksi dalam batch yang sama. Pemeriksaan dilakukan menggunakan Non-Destructive Test (NDT) atau pengujian tanpa merusak komponen.

Menurut Bobby, proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena KAI harus membongkar komponen, melepas lapisan pelindung (coating), melakukan NDT dengan beban maksimum, kemudian memasang dan memberikan coating kembali setelah pemeriksaan selesai.

Saat ini, dua dari tujuh trainset telah dinyatakan selesai diperiksa. Satu trainset sudah kembali beroperasi, sementara satu lainnya dijadwalkan segera dilepas untuk kembali beroperasi. Lima trainset lainnya akan diselesaikan secara bertahap hingga 9 Oktober.

"Pada saat ini, dua trainset sudah kita pastikan dia tidak punya no-go item lagi. Satu sudah kita release empat hari yang lalu, satu akan kita release hari ini. Kemudian nanti sisanya lima trainset itu akan bertahap sampai dengan tanggal 9 Oktober," ucap Bobby.

Penarikan tujuh trainset tersebut terjadi di tengah kebutuhan KAI untuk menambah armada KRL Jabodetabek. Dari 16 unit KRL yang diproduksi INKA berdasarkan rencana 2023, baru tujuh unit yang telah beroperasi, sementara sembilan unit lainnya belum diterima KAI.

Sementara itu, 11 unit KRL yang diimpor dari CRRC China telah beroperasi sejak tahun lalu. Rencana pengadaan 2023 tersebut terdiri atas 11 unit impor dari CRRC China, 16 unit produksi INKA, dan delapan unit yang belum dipesan.

Bobby mengatakan INKA sebelumnya memproyeksikan kapasitas produksi delapan unit per tahun untuk memenuhi 16 unit tersebut. Namun, realisasinya hanya sekitar dua hingga tiga unit per tahun sehingga terjadi keterlambatan lebih dari satu tahun.

"Sekarang permasalahannya ini adalah yang 11 unit CRRC dari Sifang itu sudah beroperasi dari tahun lalu. Yang 16 unit dari INKA, yang baru beroperasi itu tujuh unit. Sembilan unitnya ini belum kita terima. Jadi ada keterlambatan lebih dari satu tahun," imbuhnya.

KAI saat ini mencatat rata-rata penumpang KRL Jabodetabek mencapai 1,1 juta orang per hari dengan 1.065 perjalanan. Kebutuhan armada juga meningkat seiring pertumbuhan penumpang yang mencapai 11,3 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk 2026, KAI menghitung kebutuhan 105 trainset dengan asumsi konservatif satu juta penumpang per hari. Jumlah tersebut terdiri atas 89 trainset untuk operasional, cadangan 3 persen, dan kebutuhan perawatan 16 persen.

Sementara jumlah sarana pada awal tahun hanya 102 trainset dan terdapat 13 trainset yang direncanakan dikonservasi karena usia dan kondisinya.

Bobby mengatakan rata-rata usia KRL KAI kini telah lebih dari 41 tahun. Hingga 2040, KAI memproyeksikan kebutuhan sekitar 200 trainset untuk melayani 2,5-3 juta penumpang per hari.

Dengan memperhitungkan 13 trainset yang harus dikonservasi pada 2026 serta sembilan unit INKA yang belum diterima, KAI memperkirakan terdapat kekurangan 22 trainset pada tahun ini.

Untuk mengisi kekurangan tersebut, KAI mengusulkan penggunaan KRL bukan baru atau bekas yang telah diremajakan (refurbishment) sebagai solusi sementara hingga kapasitas produksi dalam negeri meningkat.

KAI menyebut opsi tersebut memiliki waktu pengadaan sekitar satu hingga dua bulan, dibandingkan KRL baru yang dapat membutuhkan satu hingga dua tahun.

Bobby mengatakan KAI tetap menempatkan penguatan industri lokal sebagai prioritas. Salah satunya melalui integrasi KAI dan INKA serta peningkatan kapasitas produksi INKA hingga lebih dari 15 trainset per tahun.

Untuk kebutuhan jangka pendek, KAI mengusulkan impor KRL bukan baru dari Jepang. Menurut Bobby, sistem perkeretaapian Jepang dinilai sesuai dengan sistem yang digunakan di Indonesia, termasuk rel, listrik, dan jaringan listrik aliran atas (LAA).

"Namun sebagai solusi bridging-nya, untuk pemenuhan sarana pada hari ini yang akan kita utilisasi paling maksimum itu 10 tahun ke depan, itu dengan melakukan impor kereta bukan baru dari Jepang," tutur Bobby.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK