Starbucks Bakal Tutup 250 Gerai demi Pangkas Biaya

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 09:15 WIB
Starbucks akan menutup 250 gerai di Amerika sebagai bagian dari restrukturisasi. Langkah ini bertujuan meningkatkan pelayanan pelanggan dan efisiensi bisnis. (FOTO:Starbucks).
Jakarta, CNN Indonesia --

Raksasa kedai kopi Starbucks bakal menutup sekitar 250 gerai di Amerika dalam beberapa hari mendatang. Langkah ini diambil seiring upaya perusahaan untuk merestrukturisasi jumlah gerainya di tengah strategi pemulihan bisnis.

Pihak Starbucks menyatakan bahwa lokasi yang terdampak dianggap tak lagi memenuhi standar pelayanan pelanggan dan mitra yang diharapkan, atau sudah tidak menguntungkan secara finansial.

Secara keseluruhan, penutupan ini mencakup sekitar 1 persen dari total 18 ribu gerai Starbucks yang berada di kawasan Amerika Utara, melansir dari CNN.

CEO Starbucks Brian Niccol sebelumnya telah mengumumkan penutupan gerai dalam jumlah serupa serta pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan korporat setahun lalu sebagai bagian dari program restrukturisasi senilai US$1 miliar atau setara Rp17,91 triliun (kurs Rp17.918).

Niccol kini memimpin rencana jangka panjang untuk meremajakan bisnis dan mengembalikan pertumbuhan Starbucks. Di Amerika Utara, ia meluncurkan sejumlah inisiatif seperti renovasi kafe, peningkatan kualitas layanan, hingga penyederhanaan menu.

Berdasarkan laporan regulasi yang dirilis Kamis (24/9), Starbucks diperkirakan menanggung biaya restrukturisasi sebesar US$300 juta akibat penutupan ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$200 juta dialokasikan untuk mengakhiri sewa tempat lebih awal, serta pesangon bagi karyawan.

Starbucks belum merilis daftar lengkap lokasi gerai yang ditutup. Kendati demikian, pemberitahuan resmi akan mulai dipasang di kafe-kafe terdampak akhir pekan ini, dan penutupan gerai akan langsung diperbarui melalui aplikasi seluler.

Meskipun begitu, Chief Operating Officer (COO) Starbucks Mike Grams tetap optimistis terhadap prospek bisnis perusahaan ke depan.

"Kami tetap bersemangat dengan peluang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan di Amerika Utara," tulis Grams dalam surat resminya kepada karyawan. Ia menambahkan bahwa perusahaan sedang aktif mengembangkan jaringan gerai baru dan tetap berkomitmen pada pertumbuhan jangka panjang.

Meskipun demikian, Starbucks memperkirakan hanya akan membuka sekitar 440 gerai baru secara global pada tahun ini. Angka tersebut menurun dibandingkan target awal yang diproyeksikan mencapai 600 hingga 650 gerai baru.

Kinerja penjualan Starbucks sendiri mulai menunjukkan pemulihan sejak tahun lalu. Penjualan di gerai yang sama di wilayah Amerika Serikat melonjak hingga 7,9 persen pada kuartal terakhir.

Sementara itu, dalam laporan keuangan Juli, Niccol menegaskan bahwa periode tersebut menjadi titik balik momentum pemulihan perusahaan yang mulai terukur secara nyata.

(ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK