EDUKASI KEUANGAN

Taksi Online-Kendaraan Umum Menjamur, Masih Relevankah Punya Mobil?

Muhammad Falah Nafis | CNN Indonesia
Sabtu, 26 Sep 2026 10:05 WIB
Di era menjamurnya kendaraan umum dan taksi online dan kian terintegrasi, muncul dilema, apakah masih relevan punya mobil saat moda transportasi kian variatif? (Foto: iStock/ArLawKa AungTun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di era jaringan kendaraan umum dan taksi online kian masif dan terintegrasi, mempunyai kendaraan pribadi, khususnya mobil kerap memunculkan dilema. Apakah masih relevan punya mobil saat moda transportasi kian beragam?

Punya mobil sendiri memang menawarkan fleksibilitas dan privasi, tetapi di sisi lain, biaya operasional serta harganya yang kian menguras dompet seringkali menjadi beban finansial tersendiri, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin terhimpit dan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).

Lantas, bagaimana mengambil keputusan paling bijak untuk membeli mobil di tengah situasi ekonomi yang serba menantang?

Daripada menyesal, ada baiknya menyimak saran para perencana keuangan sebelum memutuskan perlu atau tidaknya punya mobil saat pilihan transportasi kian menjamur.

Beli untuk kebutuhan, bukan dorongan emosional semata

Perencana Keuangan Shildt Financial Planning Budi Rahardjo menyampaikan sebelum membeli kendaraan, seseorang harus memastikan proses dan pertimbangannya sudah benar dengan melihat aspek tujuan serta kapasitas kemampuannya.

"Pastikan proses dan pertimbangan untuk membeli aset terutama yang nilainya besar sudah benar. Pertama, mengenai tujuannya, kedua, mengenai kapasitas atau kemampuannya, ketiga, dampaknya pada keuangan. Tujuannya, apakah membeli kendaraan ini adalah suatu kebutuhan atau keinginan," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (25/9).

Ia menegaskan kendaraan bernilai besar seharusnya dibeli berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan, iming-iming promosi, atau emosional semata.

"Akan digunakan secara rutin atau ternyata hanya untuk kebutuhan waktu tertentu. Karena nilainya yang tidak murah, maka seharusnya membeli kendaraan adalah berdasarkan kebutuhan," tegasnya.

⁠Perhatikan isi dompet

Budi mengatakan keputusan membeli kendaraan, baik tunai maupun kredit harus dihitung secara matang agar tidak mengorbankan pos keuangan vital lainnya.

Pembelian secara kredit, misalnya, akan membuat harga mobil jauh lebih mahal karena tambahan bunga, biaya akad, hingga asuransi jiwa.

"Meskipun ada dananya, tapi jika dana tersebut ternyata mengorbankan dana darurat atau investasi masa depan seperti pendidikan anak dan pensiun, maka berarti berdampak negatif pada keuangan," tutur Budi.

Jika sudah terlanjur membeli, tetapi penghasilan terdampak negatif oleh perubahan ekonomi, ia menyarankan agar pemilik kendaraan melakukan evaluasi ulang. Selain itu, sebaiknya perlu juga mempertimbangkan untuk menggantinya dengan kendaraan yang memiliki total biaya lebih murah.

"Apabila kondisi baik-baik saja, ada kemampuan untuk membeli dan justru berdampak positif pada keuangan, silakan membeli kendaraan sesuai dengan kapasitasnya," tambahnya.

⁠Variasikan dengan transportasi umum

Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Gozali menyarankan apabila sudah terlanjur memiliki mobil dan dihadapkan pada biaya operasional yang makin tinggi, pemilik kendaraan perlu menyikapinya secara bijak dengan membuat pola atau rute perjalanan yang efisien, dan kombinasikan dengan penggunaan transportasi umum.

"Di cuaca yang bersahabat, tidak terburu-buru, dan tujuan yang bisa direncanakan, ada baiknya gunakan transportasi umum. Atau bisa kombinasi seperti gunakan fasilitas park and ride di beberapa stasiun KRL/MRT," ungkap Ahmad.

Siapkan biaya operasional dan perawatan

Ahmad mengungkapkan ketika seseorang memutuskan untuk membeli mobil, perhitungan finansial tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan bayar di awal saja, tetapi juga harus memperhitungkan beban jangka panjang ke depannya, seperti BBM, biaya pemeliharaan, hingga pajak kendaraan tersebut.

"Jangan hanya pertimbangkan 'mampu beli', tunai maupun kredit. Tapi, juga total cost of ownership, termasuk di dalamnya adalah biaya operasional dan biaya pemeliharaannya," sebutnya.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK