BI Sebut Ekonomi Global 2026 Masih Suram, Ramal 2027 Mulai Membaik

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 10:51 WIB
Destry mengatakan prospek ekonomi global 2026 masih suram akibat konflik geopolitik belum mereda, baik di Timur Tengah maupun perang Rusia-Ukraina. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memperkirakan kondisi perekonomian global akan membaik pada 2027 setelah menghadapi tekanan dan ketidakpastian sepanjang 2026.

Destry mengatakan prospek ekonomi global tahun ini masih suram akibat konflik geopolitik yang belum mereda, baik di Timur Tengah maupun perang Rusia-Ukraina.

"Saya gambarkan bahwa prospek ekonomi 2026 ini secara global memang agak gloomy (suram). Namun demikian, di 2027 diperkirakan akan ada perbaikan. Dari beberapa lembaga internasional, termasuk kami juga melihat bahwa 2027 ini secara global akan lebih baik dibandingkan dengan situasi pada 2026," ujar Destry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (28/9).

Menurutnya, konflik geopolitik yang berkepanjangan turut mendorong kenaikan harga berbagai komoditas dunia, terutama minyak dan gas. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan tekanan inflasi global yang saat ini diperkirakan mencapai 4,6 persen.

Kenaikan inflasi mendorong bank sentral di berbagai negara mengetatkan kebijakan moneternya. Salah satunya The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September 2026.

Kondisi suku bunga global yang tinggi tersebut kemudian mendorong perpindahan modal dari negara berkembang ke aset yang dinilai lebih aman, seperti dolar AS dan emas.

Destry mengatakan fenomena tersebut dikenal sebagai flight to quality dan dapat memengaruhi aliran modal serta neraca pembayaran negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Jadi kesimpulannya di global ini kita akan menghadapi situasi atau fenomena yang dinamakan higher for longer, yang pada akhirnya ini akan memberikan tekanan kepada negara emerging market, khususnya terkait dengan aliran modal yang masuk ke negara emerging market, termasuk Indonesia," tuturnya.

Meski demikian, Destry melihat kondisi tersebut berpotensi berbalik pada 2027 apabila tekanan akibat konflik geopolitik mulai mereda.

Menurutnya, perbaikan kondisi global akan turut membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih tinggi. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global dapat mencapai 3,4 persen pada 2027, dibandingkan sekitar 3 persen pada 2026.

Proyeksi tersebut sejalan dengan perkiraan sejumlah lembaga internasional. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi global tumbuh 2,8 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2,5 persen pada 2026.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global mencapai 3,4 persen pada 2027, meningkat dari proyeksi pertumbuhan 3 persen pada 2026.

"Dari beberapa lembaga internasional, termasuk kami juga melihat 2027 secara global akan lebih baik dibanding situasi pada 2026," tegas Destry.

(lau/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK