Kemarau Ekstrem, Harga Cabai Melonjak Tembus Rp85 Ribu di Tangerang

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 03:45 WIB
Harga cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, menanjak selama beberapa pekan terakhir. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Febria Adha L).
Tangerang, CNN Indonesia --

Harga cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, menanjak selama beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga disebut dipengaruhi kemarau ekstrem yang berdampak terhadap produksi di daerah pemasok.

Pedagang cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Soleh (46), mengatakan harga cabai rawit merah kini mencapai Rp85 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga komoditas tersebut berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting naik menjadi Rp60 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp40 ribu per kilogram.

"Kenaikannya beberapa minggu lalu dan itu drastis banget kenaikan harga dari pasar induknya," ujar Soleh, Senin (28/9).

Menurut Soleh, kenaikan harga tersebut dipengaruhi kondisi cuaca. Kemarau membuat proses budidaya cabai terganggu dan produksi menurun.

Bahkan, sejumlah petani di wilayah Jawa Barat yang menjadi daerah pemasok cabai disebut mengalami gagal panen.

"Ya karena ini kan kemarau, kayaknya musim tanam juga susah. Kadang tanamannya juga banyak yang mati," katanya.

Kenaikan harga cabai turut berdampak terhadap penjualan pedagang. Soleh mengaku pendapatannya turun sekitar 30 persen karena konsumen mengurangi jumlah pembelian.

"Permintaannya kalau lagi mahal itu turun. Ya orang yang biasa belinya sekilo, sekarang kuatnya paling beli seperempat, setengah kilo. Enggak kuat beli banyak," ujarnya.

Soleh berharap pemerintah mengambil langkah untuk menjaga pasokan dan membantu menstabilkan harga cabai, terutama selama kemarau ekstrem berlangsung.

Sementara itu, seorang konsumen, Tanti (37), mengatakan kenaikan harga cabai membuatnya harus mengurangi jumlah pembelian.

"Kalau bisa mah dikurangin harganya karena kebutuhan juga banyak, belum buat anak-anak, belum buat yang lain," tuturnya.

(dod/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK