Airlangga Ungkap RI Bisa Raup Rp10.800 T dari Ekonomi Digital ASEAN

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 18:00 WIB
Airlangga Hartarto menyebut Indonesia berpotensi meraup Rp7.200 triliun hingga Rp10.800 triliun dari pertumbuhan ekonomi digital ASEAN. (Foto: CNN Indonesia/ Laurent Nabila)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia berpotensi meraup US$400 miliar hingga US$600 miliar dari pertumbuhan ekonomi digital ASEAN.

Jika dirupiahkan, potensi nilainya sekitar Rp7.200 triliun hingga Rp10.800 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.006 per dolar AS.

Airlangga mengatakan potensi tersebut seiring dengan rencana penandatanganan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) pada November mendatang di Manila, Filipina.

"Kalau digital economic ini bisa ditandatangani, maka demand sektor digital di ASEAN itu akan meningkat dari US$1 triliun menjadi US$2 triliun," kata Airlangga dalam acara Green Economy 2045, Selasa (29/9).

Menurutnya, perekonomian Indonesia mencakup sekitar 40 persen dari ekonomi ASEAN. Dengan demikian, peningkatan permintaan ekonomi digital kawasan tersebut berpotensi membuka nilai ekonomi sebesar US$400 miliar-US$600 miliar bagi Indonesia hingga 2030.

Airlangga juga mengatakan perkembangan ekonomi digital juga akan mendorong kebutuhan terhadap berbagai infrastruktur pendukung, salah satunya data center.

"Data center ini adalah industri yang momentumnya 3-4tahun ke depan. Seluruh negara sedang berlomba-lomba," ujarnya.

Ia menuturkan pengembangan artificial intelligence (AI) dan digitalisasi akan membuat kebutuhan terhadap data center semakin besar. Menurutnya, Indonesia juga mulai melihat perkembangan industri tersebut di sejumlah kawasan.

Airlangga mencontohkan pengembangan kawasan digital park yang saat ini terus diperluas. Pada fase pertama, salah satu kawasan tersebut sudah habis terjual dan kini ekspansinya tengah diproses.

"Ini ekspansinya sedang diproses dan di daerah Karawang, Bekasi, juga tumbuhnya sangat cepat," katanya.

Ia menyebut peluang dari pertumbuhan ekonomi digital tersebut perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia. Pemerintah, kata dia, terus mendorong pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor digital.

Salah satunya melalui kerja sama dengan ARM dari Inggris untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang semikonduktor.

"Sehingga keberadaan SDM selalu menjadi penting untuk energi hijau dan digitalisasi," ujarnya.

Airlangga mengatakan perkembangan ekonomi digital ASEAN juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong transformasi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, pengembangan ekonomi hijau dan digital menjadi dua hal yang saling berkaitan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan.

(lil/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK