Polusi Udara Tak Cuma Ganggu Kesehatan, Beban Keuangan Warga Ikut Naik
Direktur Eksekutif Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) Suzanty Sitorus mengungkap bagaimana polusi udara tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menambah beban keuangan masyarakat.
Suzanty mengatakan polusi udara dapat menjadi beban bagi kesehatan masyarakat karena meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain ISPA, paparan polusi udara juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan sistem saraf dan jantung.
"Banyak masyarakat mengira hanya ISPA. Sebetulnya dari polusi udara itu dampaknya ke saraf juga ke jantung," ujar Suzanty dalam acara Evolution Indonesia Forum 2026, Rabu (30/9).
Menurutnya, di sinilah akhirnya polusi udara dapat membebani keuangan masyarakat. Finansial rumah tangga bisa terdampak karena biaya kesehatan yang harus ditanggung.
Ia menambahkan beban keuangan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat. Negara juga ikut terkena dampaknya karena harus menanggung biaya asuransi BPJS Kesehatan yang digunakan masyarakat karena berobat akibat polusi udara.
"Dari segi keuangan karena beban kesehatan tersebut ya, baik di tingkat rumah tangga maupun di negara, ada BPJS yang makin meningkat penggunaannya untuk masalah-masalah kesehatan akibat polusi udara," ujar Suzanty.
"Itu merupakan masalah kesehatan yang sangat berat yang nanti ke BPJS juga akan makin jauh meningkat," jelasnya.
Oleh karena itu, ia mengatakan transisi menuju energi bersih diperlukan, salah satunya adalah transisi ke kendaraan listrik. Suzanty mencontohkan polusi udara di Jakarta banyak dihasilkan dari transportasi. Lalu, sekitar 80 persen dari polutan transportasi tersebut berasal dari kendaraan logistik khususnya truk karena BBM yang digunakan itu di bawah standar.
"Kalau kita mempercepat elektrifikasi di logistik, khususnya truk, itu akan banyak sekali manfaat yang dirasakan, baik oleh masyarakat maupun negara. Khususnya para saudara-saudara kita yang bekerja di sektor logistik, terutama para sopir truk, setiap hari harus menghirup udara yang sangat kotor," ujarnya.