Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melaporkan hasil penyelesaian RAPBN 2027 kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/9).
Suahasil mengatakan RAPBN 2027 telah disahkan DPR untuk menjadi undang-undang dalam rapat paripurna pada Selasa (29/9) kemarin.
"Saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kemarin kami telah menyelesaikan proses RAPBN 2027 dan telah menyampaikan kepada Bapak Presiden. Kemarin paripurna berjalan lancar. Dukungan dari DPR sangat-sangat konkret dan sangat-sangat jelas," ujar Suahasil kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 ditargetkan mencapai lebih dari Rp3.400 triliun. Sementara itu, belanja negara ditetapkan lebih dari Rp4.100 triliun.
"Saya melaporkan jumlah pendapatan negara yang perlu dikumpulkan dan juga jumlah belanja. Jumlah pendapatan negara Rp3.400 triliun lebih, lalu kemudian belanja negara Rp4.100 triliun lebih," ujar Suahasil.
Selain RAPBN 2027, Suahasil mengatakan dirinya juga melaporkan kondisi ekonomi dalam jangka pendek kepada Prabowo. Menurut Suahasil, pemerintah perlu terus menjaga kondisi ekonomi sekaligus memperkuat bantuan yang dibutuhkan masyarakat.
"Nah, kemudian dalam jangka pendek, saya mengatakan kepada Bapak Presiden, melaporkan mengenai pentingnya terus menjaga kondisi ekonomi dan termasuk juga berbagai macam penguatan bantuan-bantuan yang diperlukan untuk situasi sekarang ini," ujarnya.
Prabowo, sambung Suahasil, kemudian memberikan arahan agar kredibilitas APBN terus dijaga. Presiden juga meminta efisiensi anggaran dilakukan secara terukur.
"Nah, arahan Bapak Presiden adalah untuk terus menjaga APBN supaya tetap kredibel dan dilakukan terus efisiensi secara terukur agar yang namanya anggaran negara itu bisa betul-betul maksimum digunakan untuk kesejahteraan dan perlindungan sosial, dan juga membangun infrastruktur," jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Suahasil juga menyebut pemerintah membahas investasi yang nantinya ditangani Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
"Tadi juga banyak diskusi mengenai investasi yang perlu dilakukan yang nanti akan di-handle oleh teman-teman di Danantara. Dan kami berkolaborasi dengan sangat-sangat erat antara Danantara dengan APBN," katanya.
Suahasil menjelaskan APBN dan Danantara memiliki peran yang berbeda. Dalam hal ini, APBN akan membiayai pelayanan publik, infrastruktur dasar, dan operasional pemerintah. Sementara Danantara akan lebih berfokus pada investasi.
"Ibaratnya Danantara dan APBN itu saling kolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Suahasil mengatakan rapat juga membahas langkah sinergi yang perlu dilakukan antara APBN dan Danantara ke depan.
(lau/sfr)