Fokus 'AI Ready', Telkom Spin-Off Bisnis Fiber Rp85,7 T ke InfraNexia

Telkom | CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 09:53 WIB
(Foto: dok Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi memisahkan (spin-off) bisnis dan aset jaringan kabel fiber (wholesale fiber connectivity) ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Langkah ini telah mengantongi persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (30/9).

Pemisahan ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30 untuk memaksimalkan potensi nilai aset jaringan Telkom. Melalui skema ini, Telkom bertransformasi menjadi Strategic Holding, dengan InfraNexia bertindak sebagai operating company yang berfokus terhadap pengelolaan infrastruktur jaringan.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menyampaikan bahwa kebebasan operasional InfraNexia akan memberi fleksibilitas lebih untuk berkembang. Ia berharap langkah strategis ini dapat meningkatkan kinerja bisnis TelkomGroup, serta memperkuat ekosistem digital nasional.

"Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal," tutur Nanang dalam rilis resmi pada Kamis (1/10).

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan yang didorong untuk memperkuat tata kelola dengan tetap berkontribusi pada peningkatan kinerja, serta mendukung agenda transformasi TLKM 30.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Telkom setelah RUPSLB 2026:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo.

Komisaris: Ossy Darmawan.

Komisaris: Rizal Mallarangeng.

Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah.

Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim.

Komisaris Independen: Anthony Leong.

Komisaris Independen: Deswandhy Agusman.

Komisaris Independen: Ira Noviarti.

Jajaran Direksi

Direktur Utama: Nanang Hendarno.

Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine.

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra.

Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji.

Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra.

Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar.

Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Menyusul RUPSLB, Telkom dan InfraNexia resmi menandatangani Akta Pemisahan (Deed of Spin-Off) di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, dan Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim.

Lewat kesepakatan ini, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom resmi dikelola oleh InfraNexia. Aset raksasa ini mencakup 112 ribu kilometer jaringan kabel serat optik, termasuk 26 ribu kilometer kabel laut antarpulau, dengan nilai transaksi mencapai Rp85,7 triliun.

Pengalihan ini menjadikan InfraNexia sebagai salah satu penyedia infrastruktur digital wholesale terbesar di Indonesia.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk mempertajam fokus bisnis, serta peningkatan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

"Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki," ujar Nanang.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji menilai, konsolidasi akan memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan fokus InfraNexia untuk memperluas pemanfaatan aset, hingga memastikan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital nasional.

"Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan," ujar Seno.

Pascakonsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut dengan didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia.

Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf optimistis, fase baru ini akan memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri.

Ia menyatakan, Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi.

"Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptakan peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri," katanya.

Dalam menjalankan bisnis, InfraNexia menerapkan sistem terbuka yang bisa disewa oleh berbagai operator telekomunikasi (carrier-neutral & open-access).

Layanan yang ditawarkan mencakup penyediaan jaringan internet berkapasitas besar hingga penyewaan tiang dan kabel (infrastruktur pasif), yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan.

Sementara untuk menjaga kualitas layanan, InfraNexia memodernisasi jaringannya dengan teknologi otomatisasi (autonomous network) yang membuat jaringan lebih andal, efisien, dan mampu merespons lonjakan kebutuhan internet secara cepat.

Pengembangan teknologi dan perluasan jaringan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur TelkomGroup tetap relevan dengan kebutuhan digital Indonesia. Dengan jaringan kabel yang tersebar di seluruh Indonesia, InfraNexia merupakan penyedia utama infrastruktur internet bagi berbagai operator telekomunikasi.

"InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh," pungkas Lukman.

(rea/rir)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Cerita dari Padi Jadi Sepiring Nasi

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK