Neraca Dagang RI Surplus US$3,55 Miliar pada Agustus 2026

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 12:59 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia bangkit surplus US$3,55 miliar pada Agustus 2026. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia bangkit surplus US$3,55 miliar pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan neraca perdagangan positif lantaran didorong oleh komoditas nonmigas yang tercatat surplus US$6,09 miliar.

"Adapun untuk komoditas penyumbang surplus pada nonmigas, ini terutama dari lemak dan minyak hewani atau nabati, kemudian dari bahan bakar mineral, dan juga dari besi dan baja," ujar Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10).

Sementara, komoditas migas mengalami defisit sebesar US$2,54 miliar dengan penyumbang terutama dari hasil minyak dan juga dari minyak mentah.

Surplus neraca perdagangan Agustus lalu terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$26,61 miliar sedikit lebih tinggi dibandingkan impor yang tercatat sebesar US$23,05 per Agustus 2026.

Ekspor Indonesia tercatat sebesar US$26,61 miliar sepanjang Agustus 2026 atau naik 6,72 persen yoy dibandingkan Agustus 2025 sebesar US$24,94 miliar.

Jika dilihat lebih rinci, ekspor migas anjlok 5,10 persen yoy dari US$1,05 miliar menjadi US$990 juta. Sementara, ekspor nonmigas tumbuh 7,23 persen yoy dari US$23,89 miliar menjadi US$25,62 miliar pada Agustus 2026

Berdasarkan sektornya, ekspor nonmigas bervariasi. Industri pengolahan tercatat US$22,29 miliar atau naik 12,48 persen dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar US$19,82 miliar.

Pertambangan dan lainnya tercatat sebesar US$2,79 miliar atau turun 19,47 persen dari periode tahun sebelumnya yang sebesar US$3,47 miliar.

Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat turun 11,64 persen dari US$600 juta pada Agustus 2025 menjadi US$530 juta pada Agustus 2026.

Sementara itu, impor Indonesia tercatat sebesar US$23,06 miliar sepanjang Agustus 2026 atau naik 19,09 persen yoy.

Impor terdiri dari migas sebesar US$3,53 miliar atau melesat 30,73 persen yoy dan nonmigas sebesar US$19,53 miliar atau naik 17,20 persen yoy.

Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi tercatat sebesar US$2,10 miliar atau naik 11,93 persen yoy. Lalu, bahan baku/penolong sebesar US$16,67 miliar atau naik 22,48 persen yoy.

Kemudian, impor sektor barang modal tercatat US$4,28 miliar atau naik 10,63 persen yoy.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK