Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM
Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
Kementerian ini merupakan nomenklatur baru dalam struktur pemerintahan. Sebelumnya, belum terdapat kementerian koordinator dengan nama tersebut dalam susunan kabinet pemerintah.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104p Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara kabinet merah putih periode tahun 2024-2029.
Selain menjabat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil tetap menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Soal rangkap jabatan itu dibocorkan Bahlil sebelum pelantikan di Istana Kepresidenan pada Kamis siang (1/10).
"Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara. Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab(Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya), untuk Menko merangkap merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," ujar Bahlil sesaat sebelum masuk ke Istana.
Bahlil dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara. Ia menggantikan Arifin Tasrif dalam sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Pada Kabinet Merah Putih, Bahlil kembali dipercaya dan dilantik sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 untuk periode 2024-2029.
Sejumlah menteri dan pejabat akan diganti pada hari ini. Salah satu yang pasti adalah pelantikan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.