Kepala BP BUMN Targetkan Laporan Keuangan Danantara Kelar Bulan Ini

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 15:51 WIB
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan bahwa laporan keuangan Danantara ditargetkan rampung pada bulan ini. Saat ditanya awak media usai
Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan bahwa laporan keuangan Danantara ditargetkan rampung pada bulan ini. (CNN Indonesia/ Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN  Dony Oskaria menargetkan laporan keuangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia rampung pada bulan ini.

"Insya Allah mudah-mudahan bulan ini selesai ya," ujar Dony saat ditanya awak media terkait progres laporan keuangan Danantara usai acara Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).

Bersamaan dengan itu, pria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara ini membeberkan berbagai langkah strategis percepatan konsolidasi perusahaan pelat merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah itu mulai dari perampingan portofolio hingga penggabungan lini bisnis yang ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

Ia menegaskan Danantara mendahulukan proses merger terhadap empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yang dinilai paling siap.

Langkah ini diambil untuk menciptakan efisiensi sebelum menyentuh perusahaan yang membutuhkan restrukturisasi lebih berat.

"Ini akan paling cepat, ya. Dulu sudah saya sampaikan juga ke publik bahwa merger PP, Adhi Karya, kemudian juga Brantas dan Nindya Karya ini akan kita selesaikan," ujarnya.

Dony menambahkan setelah empat perusahaan tersebut beres, Danantara akan fokus menangani korporasi karya yang membutuhkan penanganan khusus akibat masalah keuangan.

"Baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi, ya, itu ada Wika, Waskita, terutama sekali Wika dan Waskita. Kalau yang Hutama Karya, mereka relatively sehat, ya. Jadi hanya Wika, Waskita yang akan menjadi persoalan karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, divestasi aset mereka, menurunkan utangnya, sisanya akan kita restrukturisasi," jelas Dony.

Melalui rangkaian proses streamlining tersebut, Dony menyebut Presiden mengarahkan agar jumlah total BUMN yang dikelola dapat terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun ini.

Di samping sektor karya, Danantara juga tengah mengebut konsolidasi tiga lini bisnis asuransi milik negara ditargetkan tuntas sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

"Merger asuransi juga sedang terjadi, dan akhir tahun ini sudah harus terjadi. Terutama di life insurance kita akan go, kemudian di general insurance juga, dan yang terakhir credit insurance. Ini akan kita harapkan akhir tahun udah selesai merger tiga," tutur Dony.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Dony menyampaikan kebijakan penggabungan itu juga berlaku menyeluruh hingga lini bisnis syariah.

Hal itu mengingat peran penting BUMN dalam menyalurkan pembiayaan inklusif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah sebagai lini penjaminan berbasis syariah.

"Jadi yang syariah juga sama. Kita akan lakukan juga merger. Jadi ada asuransi yang syariahnya juga sama, baik itu life insurance-nya, general insurance-nya, maupun credit insurance-nya juga ada yang syariah. Karena kan kita juga menyalurkan KUR syariah. Jadi nanti ada kredit asuransi penjaminan untuk syariah juga," pungkasnya.

(fln/sfr)