OJK Catat Pasar Modal Himpun Rp169,5 T hingga September
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pasar modal telah menghimpun dana mencapai Rp169,5 triliun dari 148 emisi hingga September 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan realisasi itu menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu pilihan perusahaan untuk mendapatkan sumber pembiayaan.
Hasan mengatakan masih ada sejumlah perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaran umum. Adapun total nilai emisi dari antrean tersebut mencapai Rp27,61 triliun.
"Di dalam pipeline, di tempat kami (OJK) dan di tempat Pak Jeffrey (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia) di Bursa, masih ada permintaan untuk fundraising sebesar Rp27,61 triliun," ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (2/10)
Dari sisi permintaan, ia menjelaskan minat investasi di pasar modal masih kuat meski sepanjang tahun ini pasar menghadapi berbagai dinamika dan tekanan yang terlihat dari pertumbuhan jumlah investor ritel domestik.
Setelah menembus 20 juta investor pada akhir tahun lalu, jumlah investor pasar modal kini telah mencapai 32,17 juta Single Investor Identification (SID).
Dengan demikian, jumlah investor bertambah lebih dari 12 juta dalam setahun.
"Kenaikan yang sangat impresif, dalam setahun naik lebih dari 12 juta dan ini belum sampai ke akhir tahun atau sampai saat ini sudah naik di angka 57,96 persen," terangnya.
Di sektor keuangan derivatif, OJK pun mencatat sebanyak 113 pihak telah mendapatkan persetujuan prinsip. Sementara itu, volume transaksi tercatat mencapai 379.443 lot sepanjang tahun ini.
Lebih lanjut, di bursa karbon, sebanyak 160 pengguna jasa telah terdaftar dengan volume transaksi tercatat mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,97 miliar.
"Kami juga menyediakan sarana di sektor keuangan derivatif dan juga Bursa Karbon yang juga tercatat terjaga dengan baik aktivitasnya di tahun ini," ungkap Hasan.