Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Rilis Open Bundling Emas
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hingga September 2026 mencatatkan pertumbuhan pesat jumlah Rekening Emas BRI yang mencapai 3.046.699 rekening aktif atau tumbuh 1.004 persen, meningkat dari 276 ribu rekening per September 2025.
Capaian ini antara lain didukung oleh beragam inovasi digital BRI yang memudahkan akses layanan keuangan, seperti Open Bundling Emas, yakni fitur yang terintegrasi dalam alur transfer di BRImo melalui pilihan (toggle). Sehingga, nasabah dapat membuka Rekening Emas tanpa harus meninggalkan proses transaksi yang sedang dilakukan.
Selain Open Bundling Emas, sebagai bagian dari ekosistem digital BRI, BRImo juga menghadirkan fitur-fitur unggulan emas yang terintegrasi dalam satu aplikasi, mulai dari Tabungan Emas dengan pembelian mulai Rp10.000 atau 0,1 gram dan harga real-time, Cicil Emas dengan minimum 0,5 gram, DP mulai 15%, serta tenor fleksibel 3-36 bulan, hingga Transfer Emas antar-rekening mulai 0,01 gram secara real-time dan bebas biaya.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, pertumbuhan Rekening Emas yang signifikan setelah peluncuran Open Bundling Emas menunjukkan bahwa kemudahan akses menjadi hal penting bagi nasabah dalam memanfaatkan layanan investasi digital.
"Transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan fitur baru, tetapi bagaimana teknologi dapat menyederhanakan akses nasabah terhadap berbagai kebutuhan finansial. Melalui Open Bundling Emas, kami menghadirkan akses investasi langsung dalam alur transaksi di super app BRImo, sehingga proses pembukaan Rekening Emas dapat berlangsung secara lebih praktis dan terintegrasi," ujar Saladin.
Lonjakan adopsi Rekening Emas setelah peluncuran Open Bundling Emas menunjukkan peningkatan pemanfaatan layanan investasi emas melalui BRImo.
Pertumbuhan itu pun disertai aktivitas transaksi, dengan total volume penjualan produk emas BRI mencapai Rp5,13 triliun atau tumbuh 217,42 persen secara tahunan, sementara total frekuensi transaksi menembus 9,01 juta transaksi atau meningkat 658,97 persen secara tahunan pada periode Januari-Agustus 2026.
Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan hampir di seluruh lini fitur emas BRI, dengan Beli Emas mencatatkan volume Rp757,42 miliar (naik 586,39 persen) dan 6,09 juta transaksi (naik 3.011,01 persen), Top Up Emas senilai Rp2,23 triliun dengan 1,67 juta transaksi, serta Jual Emas mencapai Rp1,82 triliun dari 885.292 transaksi.
Fitur cicilan juga menunjukkan akselerasi luar biasa, dengan Pengajuan Cicil Emas yang naik 1.530,67 persen dan Cetak Emas tumbuh 109,09 persen secara volume.
Secara keseluruhan, catatan ini mencerminkan kuatnya adopsi masyarakat terhadap layanan investasi emas digital BRI yang mudah, aman, dan terjangkau.
Saladin optimistis, kemudahan akses menjadi bagian dari strategi BRI untuk menjadikan investasi emas semakin relevan dengan gaya hidup nasabah BRI.
"Bagi kami, investasi perlu hadir sedekat mungkin dengan keseharian nasabah dan menjadi bagian dari cara nasabah mengelola keuangan. Karena itu, BRI terus mengembangkan layanan yang relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan nasabah, agar investasi dapat dimulai dengan lebih mudah dan dilakukan secara terencana," pungkas Saladin.
(rea/rir)