Melihat Investasi Proyek Pusat Data AI yang Disetop Kang Dedi Mulyadi

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 17:10 WIB
ilustrasi rupiah dan dolar.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menghentikan sementara proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan yang digarap BDx Data Centers di Jabar. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Proyek pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digarap BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menjadi sorotan usai dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Proyek bernama AI Campus 2 atau CGK4 yang bernilai investasi Rp3,5 triliun itu dirancang menjadi kawasan data center berkapasitas hingga 640 megawatt (MW) yang pembangunannya dilakukan secara bertahap selama sekitar tiga tahun.

Dengan kapasitas dan nilai investasi itu, CGK4 menjadi salah satu proyek data center AI berskala besar yang tengah dikembangkan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum pembangunan dihentikan sementara, proyek tersebut telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 22 September 2026 lalu.

Mengutip keterangan resmi BDx Data Center yang diunggah PR Newswire, proyek CGK4 mendapat dukungan kapasitas listrik sebesar 845 megavolt ampere (MVA) dari PT PLN (Persero).

Kapasitas tersebut merupakan bagian dari lebih dari 1,2 gigavolt ampere (GVA) daya yang telah diamankan BDx untuk sejumlah kampus data center berbasis AI di Indonesia.

Untuk tahap awal, pembangunan dimulai dari gedung pertama dari enam gedung yang direncanakan. Gedung pertama itu akan memiliki kapasitas teknologi informasi (IT) sebesar 120 MW dan dikembangkan secara bertahap.

Fase pertama gedung tersebut telah dikontrak dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. BDx menyebut seluruh bangunan di CGK4 akan dioperasikan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI berkapasitas tinggi.

Fasilitas tersebut juga dirancang menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling yang mampu mendukung kepadatan daya hingga 500 kilowatt (kW) per rak.

Teknologi ini digunakan untuk menangani kebutuhan pendinginan perangkat komputasi AI yang memiliki kepadatan daya tinggi.

CGK4 telah memperoleh sertifikasi dalam program NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Center pada April 2025 yang lokasinya berada sekitar lima kilometer dari Bendungan Jatiluhur.

Perusahaan juga menyebut CGK4 telah menarik minat dari sejumlah hyperscaler, perusahaan teknologi global, penyedia cloud berbasis AI, serta perusahaan yang membutuhkan kapasitas komputasi AI.

Kendati demikian, pembangunan proyek tersebut dihentikan sementara oleh KDM. Ia menegaskan penghentian dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.

"Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan (pembangunan). Kan izinnya tidak keluar. Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan. Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data," ujar KDM di Bandung, Jumat (2/10).

KDM menegaskan Pemprov Jabar telah bersikap objektif terhadap investasi tersebut. Menurutnya, kelayakan proyek akan ditentukan berdasarkan hasil kajian, termasuk dengan melibatkan masukan dari akademisi Universitas Indonesia (UI).

"Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya tidak ada masalah untuk dilaksanakan. Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Waduk Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Persoalan kebutuhan air menjadi salah satu perhatian karena sistem pendingin (cooling system) server AI membutuhkan pasokan air. KDM mengatakan kebutuhan tersebut rencananya akan menggunakan alokasi air milik PDAM Kabupaten Purwakarta yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"PDAM dikasih jatah 3.000 liter per detik. Baru dipakai selama berpuluh-puluh tahun hanya 380 liter per detik, atau baru 11 persen. Berarti ada 89 persen air yang tidak dimanfaatkan. Sekarang dipakai lagi sebanyak 14 persen oleh perusahaan (BDx). Masih kurang atau sisa? Masih sisa. Sederhana," katanya.

Sebelumnya, KDM meninjau langsung lokasi pusat data AI BDx di Jatiluhur pada Selasa (28/7) guna memastikan investasi itu berdiri di atas lahan yang aman dari ancaman bencana banjir, gempa, maupun aktivitas gunung berapi, serta mengecek kesiapan pasokan air dan listrik operasional.

(fln/sfr)