BUMN Sang Hyang Seri Sukses Tinggalkan Rapor Merah dan Cetak Laba

tim | CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 19:40 WIB
Sang Hyang Seri (SHS) mencatat EBITDA dan laba positif pada 2025, berbalik dari kerugian 2022. Perusahaan fokus perbaikan profitabilitas dan kemitraan petani. (FOTO:Tangkapan layar web ptsanghyangseri.co.id).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen benih PT Sang Hyang Seri (SHS) mencetak prestasi dengan membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) serta laba positif pada 2025. Capaian ini berbalik dari kondisi finansial perusahaan pada 2022 yang sempat terpuruk di wilayah negatif.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono mengungkap kontribusi laba kotor dari bisnis benih melonjak lebih dari 300 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

"Hingga Agustus 2026, kontribusi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen dari capaian setahun penuh 2025, sementara EBITDA dan laba bersih tetap berada di wilayah positif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Titik balik SHS ini terjadi setelah pendapatan perusahaan sempat anjlok lebih dari 30 persen dan rugi bersih membengkak sekitar 67 persen pada 2022. Pada 2023, rugi bersih berhasil ditekan hingga menyusut sekitar 73 persen.

Namun, tekanan kembali muncul pada 2024. Adhi menjelaskan kondisi tersebut terjadi akibat kebijakan refocusing yang menekan pendapatan kegiatan noninti dan keterbatasan modal kerja, meski rugi bersih perusahaan tercatat masih 44 persen lebih rendah dari titik awal 2022.

Meski menorehkan capaian positif pada 2025, Adhi menilai capaian tersebut perlu dibaca secara cermat.

Menurut dia, laba bersih perusahaan tidak seluruhnya berasal dari operasi berulang, melainkan turut ditopang oleh sumbangan besar dari langkah divestasi dan restrukturisasi, sedangkan arus kas operasi masih berstatus negatif. Hal ini menandakan SHS baru berada pada tahap perbaikan awal profitabilitas.

"Pekerjaan berikutnya adalah menjadikan titik balik itu arus kas yang sehat, utilisasi aset yang lebih tinggi, dan laba berulang dari bisnis inti," ujar Adhi.

Guna mencapai target penyehatan tersebut, Adhi membeberkan manajemen telah membenahi lima fondasi utama perusahaan.

Pertama adalah aset strategis. SHS memulihkan penguasaan dan pengelolaan 3.200 hektare lahan di Sukamandi. Lahan tersebut dikembalikan fungsinya sebagai pusat produksi benih, riset, dan demonstrasi teknologi dengan potensi hasil mencapai 27 ribu ton per tahun.

Kedua adalah kemitraan petani. SHS menerapkan program One Day Payment untuk memastikan kecepatan pembayaran kepada mitra petani. Langkah ini krusial untuk memulihkan kepercayaan yang menopang kesinambungan pasokan dan mutu produksi benih.

"Program One Day Payment diterapkan agar pembayaran kepada petani berlangsung cepat dan pasti," ujar Adhi.

Ketiga adalah fokus bisnis. SHS melakukan refocusing portofolio dari kegiatan noninti agar kembali bertumpu pada bisnis utama produksi benih sekaligus memperkuat penetrasi pasar.

Keempat adalah organisasi dan data. SHS menyederhanakan struktur organisasi, memperbaiki prosedur operasi standar (SOP), serta melakukan digitalisasi. Pembenahan ini sukses memangkas biaya pegawai hingga sekitar 40 persen dan menguatkan kontrol internal.

Kelima adalah neraca dan modal kerja. SHS merestrukturisasi kewajiban utang lama dan mendivestasi aset noninti untuk membuka kembali ruang modal kerja bagi operasional bisnis inti.

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK