Airlangga Buka-bukaan 3 Syarat RI Jadi Markas Data Center AI

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 11:32 WIB
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto ungkap tiga syarat utama Indonesia bisa jadi basis data center, diantaranya terkait lahan, listrik, dan air. (FOTO:CNN Indonesia/ Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap tiga syarat utama yang harus dipenuhi Indonesia untuk menjadi basis atau markas industri data center di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI).

Ketiga syarat tersebut yakni terkait ketersediaan lahan, listrik, dan air.

"Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air," kata Airlangga dalam keynote speech pada acara BIG Indonesia Insight 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Airlangga mengatakan kebutuhan data center terus meningkat seiring dengan perlombaan negara-negara di dunia mengembangkan industri AI. Menurutnya, Indonesia dinilai memiliki sejumlah modal untuk menangkap peluang tersebut.

"Kita melihat bahwa kedepan AI itu menjadi game changer sekaligus mendirikan industri baru yaitu industri data center. Sekarang seluruh dunia sedang balapan untuk mengembangkan industri data center," ujarnya.

Ia menuturkan ketersediaan lahan, listrik, dan air menjadi faktor penting karena pengembangan data center membutuhkan dukungan infrastruktur dalam skala besar.

Airlangga mengatakan salah satu kawasan yang telah disiapkan Indonesia untuk pengembangan industri digital adalah kawasan ekonomi khusus (KEK) digital di Bintan, Kepulauan Riau.

Menurutnya, kawasan tersebut saat ini sudah penuh atau sold out sehingga pemerintah menyiapkan ekspansi untuk menampung kebutuhan pengembangan data center.

"Indonesia dilihat memenuhi persyaratan tersebut maka kawasan ekonomi khusus yang digital di Bintan sudah dalam tanda petik sold out," jelasnya.

Selain Bintan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan data center di wilayah Karawang, Jawa Barat. Lokasi tersebut dinilai strategis karena dekat dengan pasar domestik.

Airlangga mengatakan pemerintah juga terus memperkuat kapasitas listrik untuk mendukung kebutuhan industri digital dan data center.

Ia menyebut tambahan kapasitas listrik nasional dalam dua hingga tiga tahun ke depan mampu mencapai sekitar 500 megawatt.

"Memang menjadi tantangan apakah multiplier efek daripada AI? Pertanyaannya bukan, sebetulnya jawabannya bukan hanya multiplier tetapi ini adalah the future daripada digital," katanya.

Menurut Airlangga, pengembangan AI juga membutuhkan dukungan data yang berkualitas. Tanpa data yang kredibel, teknologi AI tidak dapat bekerja secara optimal.

"Dimana digitalisasi ini membutuhkan data-data yang credible, tanpa data credible AI itu tidak mampu untuk meng-crawling data yang baik," pungkasnya.

(lau/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK