Mendag Pertimbangkan Subsidi Imbas Harga Kedelai Naik

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 12:38 WIB
Pekerja mengolah kedelai dalam pembuatan tahu di industri rumahan di kawasan Duren Tiga, Mampang, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2022. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Mendag Budi Santoso menanggapi kenaikan harga kedelai, hingga berencana memberikan subsidi untuk meringankan beban perajin tahu dan tempe. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Kusnoto mencontohkan perajin yang menggunakan 1 kuintal kedelai per hari dan menghasilkan sekitar 22 batang tempe biasanya menjual satu batang seharga Rp10 ribu. Jika sebelumnya satu batang dipotong menjadi enam bagian, kini bisa diiris menjadi tujuh bagian dengan harga jual yang sama.

Kondisi tersebut membuat margin keuntungan perajin semakin tipis. Sebagian produsen juga mulai mengurangi skala produksi, bahkan ada yang menghentikan usaha karena tidak mampu menanggung kenaikan biaya operasional.

"Kalau harga terus naik yang pasti bagi mereka yang punya modal akan tetap berproduksi walaupun katakanlah kedelai sampai harga Rp15 ribu per kg, karena orang punya duit berapapun tempe harganya pasti dibeli, namun juga enggak sedikit perajin yang bisa bertahan produksi, alias ya akan gulung tikar," kata Kusnoto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Gakoptindo menilai program stabilisasi dan subsidi kedelai sekitar 250 ribu ton senilai Rp500 miliar yang disiapkan pemerintah belum dirasakan langsung oleh seluruh perajin.

Bantuan tersebut, menurut Kusnoto, baru dapat digunakan ketika harga kedelai mencapai sekitar Rp12.500-Rp13 ribu per kilogram dan belum menjawab kenaikan komponen biaya produksi lainnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menyebut keterbatasan produksi kedelai dalam negeri sebagai salah satu faktor yang membuat harga komoditas tersebut tinggi. Pemerintah tahun ini memberikan bantuan benih untuk lahan seluas 50 ribu hektare dengan target produksi sekitar 50 ribu ton.

Jika ditambah bantuan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida, produksi kedelai dari program tersebut diharapkan dapat mencapai lebih dari 75 ribu ton.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga memiliki Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Kedelai. Namun, program tersebut tidak otomatis diberikan setiap kali harga kedelai naik. Pemerintah menggunakan harga acuan penjualan (HAP) kedelai impor sebesar Rp12 ribu per kg sebagai salah satu acuan pelaksanaan SPHP.

Bapanas mencatat rata-rata harga kedelai di Jawa sekitar Rp11.623 per kg, masih di bawah HAP kedelai impor. Sementara di wilayah Indonesia Timur, rata-rata harganya sekitar Rp12.097 per kg.

Untuk pelaksanaan SPHP kedelai 2026, mekanismenya akan diperkuat melalui Keputusan Menteri Koperasi yang menjadi dasar penugasan kepada Perum Bulog dan penyusunan petunjuk teknis. Pemerintah menyatakan pemantauan harga dan pasokan akan terus dilakukan, dengan intervensi disesuaikan dengan kondisi harga, pasokan, waktu, sasaran, dan tata kelola penyaluran.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

HALAMAN:
1 2