IHSG Diproyeksi Berotot Hari Ini

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 06:31 WIB
IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek pada hari ini (8/10), meski potensi koreksi terdekat tetap perlu dicermati. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Kamis (8/10).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, meski potensi koreksi terdekat tetap perlu dicermati.

"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave c dari wave (y) pada label hitam, dengan area penguatan menuju gap 6.227-6.231 dan area koreksi terdekat di 6.118-6.141. Sementara pada label merah, IHSG berpeluang menguji area 6.342-6.430 yang merupakan cluster MA20 dan MA60," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.091, 5.973 dan resistance 6.297, 6.376 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BIPI, DEWA, HRTA, dan TLKM.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham berpeluang rebound setelah mengalami koreksi minor pada perdagangan kemarin, dengan momentum penguatan tetap terbuka selama indeks bertahan di atas support 6.094.

"Jika support Fibonacci 6.094 tetap bertahan, IHSG berpeluang melanjutkan tren naik menuju 6.261. Namun, jika menembus support 6.019, indeks berisiko kembali melanjutkan tren turun menuju 5.850," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.094, 6.019, 5.850, dan 5.607, dan resistance 6.261, 6.423, dan 6.552, hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBCA, BBNI, dan DEWA.

IHSG ditutup di level 6.146 pada perdagangan Rabu (7/10) sore. Indeks saham melemah 46,20 poin atau minus 0,75 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp36,20 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 48,41 miliar saham.

Pada penutupan kemarin, 258 saham menguat, 378 terkoreksi, dan 157 stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK