Pemerintah Disarankan Bangun Rest Area Khusus SPKLU
Perusahaan penyedia layanan ekosistem kendaraan listrik, Kalista, menyarankan pemerintah membangun tempat istirahat (rest area) di jalan tol yang dikhususkan untuk fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Director of Business Development Kalista Yoga Adjwinarto mengatakan rest area tersebut nantinya dapat digunakan mobil listrik hingga truk listrik.
"Saya pikir itu paling kritikal kita bikin rest area, semacam signature rest area, untuk SPKLU only, baik untuk passenger maupun juga commercial vehicle untuk truk besar," ujarnya dalam sesi diskusi acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Usulan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi rest area konvensional di jalan tol yang kerap padat, terutama saat musim libur panjang.
Guna merealisasikan rencana tersebut, Yoga mendorong adanya kolaborasi dan campur tangan pemerintah, khususnya melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait.
"Ide kita gimana kalau kita bikin lahan tersendiri, rest area baru lah ya, tapi mesti dibantu pemerintah, apakah BUJT atau juga BPJT juga koordinasi di sana," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal membeberkan tren pertumbuhan ekosistem pengisian daya di Indonesia.
Menurut dia, berdasarkan data per Juli 2026, saat ini terdapat sekitar 5 ribu unit SPKLU yang tersebar di 3.180 lokasi.
Nazib mengungkap 72 persen infrastruktur pengisian daya tersebut masih terpusat di Pulau Jawa.
Saat ini, rasio ketersediaan berada di angka 1 berbanding 47 atau 48, yang berarti satu unit SPKLU bisa melayani 47 hingga 48 kendaraan listrik.
Dari sisi utilisasi, tercatat ada 3,25 juta sesi pengisian daya selama periode Januari hingga Juli 2026.
Ia juga menyoroti besarnya potensi perputaran uang dari jutaan sesi transaksi tersebut. Menurut dia, jika setiap sesi transaksi bernilai sekitar Rp10 ribu dan dikalikan 3,25 juta sesi, jumlah uang yang berputar cukup besar.
"Artinya, alhamdulillah semua ini dalam pergerakan penambahan SPKLU, khususnya ultra fast charging juga makin menambah," ujar Nazib.
(dhz/sfr)