Wamenko Dradjad Umbar Ada Inisiatif Baru untuk Manjakan Dunia Usaha

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 17:30 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menanggapi proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,2 persen pada 2026 dan 2027.
Wakil Menko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo ungkap inisiatif baru untuk dunia usaha, mencakup regulasi dan transformasi ekonomi. Detail akan diumumkan segera. (FOTO:CNN Indonesia/Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengungkap pemerintah tengah menyiapkan sejumlah inisiatif baru yang disebut bakal menyenangkan dunia usaha.

Dradjad mengatakan inisiatif tersebut mencakup sisi regulasi hingga transformasi ekonomi. Namun, ia belum dapat membeberkan detail kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah.

"Saya belum punya hak untuk spill out beberapa hal, tapi insya Allah akan ada beberapa inisiatif-inisiatif baru yang akan sangat menyenangkan bagi dunia usaha," kata Dradjad dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun meminta pelaku usaha terus berkomunikasi dengan pemerintah agar tidak tertinggal ketika kebijakan baru tersebut mulai dijalankan.

"Jangan sampai ketinggalan kereta. Silakan teman-teman selalu engage dengan pemerintah supaya teman-teman dari dunia usaha tidak ketinggalan kereta," ujarnya.

Saat ditemui usai acara, Dradjad kembali ditanya mengenai inisiatif yang sebelumnya ia singgung tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan mengumumkannya pada waktunya.

"Ya nanti pada saatnya lah," kata Dradjad.

[Gambas:Youtube]

Ia menyebut sebagian inisiatif tersebut akan berkaitan dengan regulasi dan sebagian lainnya menyangkut transformasi ekonomi.

"Tapi yang jelas ada sebagian dari sisi regulasi-regulasi, kemudian juga ada sebagian dari sisi transformasi ekonomi. Nanti pada saatnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dradjad juga menegaskan dunia usaha merupakan mitra strategis pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi.

"Pemerintah membutuhkan peranan yang sangat besar dari dunia usaha, dari swasta. Swasta adalah mitra yang super-super strategis ya, bukan swasta saja, korporasi dalam hal ini swasta, BUMN," ujarnya.

"Korporasi itu adalah mitra yang sangat strategis bagi pemerintah untuk bisa mencapai berbagai target-target pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas," lanjut Dradjad.

Dradjad sebelumnya mengatakan pemerintah tengah mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi sektor swasta, baik dalam investasi maupun operasional bisnis.

Hambatan tersebut antara lain persoalan perizinan hingga ketidaksinkronan kebijakan antarkementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.

Ia mengatakan dirinya membantu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengurangi berbagai hambatan tersebut.

"Swasta ini banyak terhalang oleh berbagai bottlenecks, berbagai hambatan. Nah, hambatan-hambatan itu sudah kita identifikasi," kata Dradjad dalam pertemuan dengan media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10).

"Saya sekarang membantu Pak Menko Airlangga untuk supaya hambatan-hambatan bagi swasta, baik untuk investasi, baik untuk operasi mereka, itu bisa kita kurangi. Entah itu hambatan perizinan, entah itu hambatan ketidaksinkronan kebijakan, dan sebagainya," lanjutnya.

Menurut Dradjad, pemerintah juga telah mengidentifikasi sektor-sektor yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Ia menyebut pariwisata dan industri pengolahan sebagai beberapa sektor yang potensial.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

(lau/ins)
placeholder