Pemerintah akan membuka rekening bagi sekitar 25,1 juta penduduk berusia 17 tahun ke atas yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses keuangan sekaligus mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan sasaran program pembukaan rekening tersebut mencapai 25,1 juta penduduk.
"(Pembukaan rekening untuk usia 17 tahun) 25,1 juta penduduk, desil 1-4," kata Dradjad di sela acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pembukaan rekening tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah menyiapkan dana untuk membuka rekening bagi masyarakat berusia di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening.
Airlangga memperkirakan kebutuhan dana mencapai Rp3,8 triliun apabila setiap rekening diberikan dana awal Rp50 ribu.
"Yang kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut (di atas 17 tahun dan belum memiliki rekening) itu membutuhkan dana kalau kita kasih Rp50 ribu itu bisa Rp3,8 triliun," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (24/9).
Airlangga mengatakan rekening tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos). Pemerintah juga tengah menyiapkan mekanisme agar rekening masyarakat berusia di atas 17 tahun yang belum menikah tidak menjadi dorman.
"Dan tentu kita inginn memebuat juga program yang kita bisa lakukan agar rekening ini menjadi rekening aktif," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan bantuan pangan yang menyasar masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga 4. Program tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan bantuan pangan tersebut diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga hingga akhir tahun.
Lihat Juga : |
"Sekarang yang kita segera lakukan itu bantuan pangan. Bantuan pangan itu yang kita berikan untuk desil 1-4," kata Ferry dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).
Ferry mengatakan pemerintah menargetkan penyaluran bantuan pangan tersebut dapat diselesaikan pada Oktober-November 2026.
"Harapannya bisa kita selesaikan di Oktober-November ini, Oktober akhir atau November awal. Itu yang kita lakukan, itu bantuan pangan," ujarnya.
Menurut Ferry, pemerintah menyiapkan sekitar Rp30 triliun untuk program tersebut. Dana itu diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga yang menjadi komponen terbesar dalam perekonomian Indonesia.
"Yang kita harapkan itu bisa mem-back up, tadi sampaikan Pak Wamen itu kan komponen terbesar dari ekonomi kita kan konsumsi rumah tangga," katanya.
"Dengan Rp30 triliun ini kita harap bisa menjaga konsumsi rumah tangga pada level yang cukup aman untuk menopang pertumbuhan kita di 2026," lanjut Ferry.