Harga Beras Naik, Bulog Genjot Produksi 300 Ribu Ton Beras Premium
Perum Bulog meningkatkan produksi beras komersial kualitas premium sebanyak 300 ribu ton hingga Desember 2026. Langkah itu untuk meredam laju kenaikan harga beras di pasaran, khususnya di ritel modern dan pasar swalayan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan intervensi ini dilakukan menyusul lonjakan harga beras di tingkat konsumen yang dipicu tingginya harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.
Menurut Rizal, berdasarkan data BPS, kenaikan harga beras yang bertahan dari awal tahun umumnya didominasi oleh beras premium.
"Sesuai arahan Pak Mentan karena ada indikasi mulai ada kenaikan-kenaikan tersebut, Bulog diperintahkan untuk segera membuat beras komersial dengan jumlah 300 ribu ton sampai dengan bulan Desember nanti," ujar Rizal dalam konferensi pers Pengadaan 4 Juta Ton Beras di kantor Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).
Rizal menjelaskan hingga saat ini proses pengolahan beras premium tersebut telah menembus puluhan ribu ton dengan melibatkan mitra penggilingan di berbagai daerah.
Ia menyebut penggelontoran pasokan disasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah yang tidak terjangkau program bantuan pangan pemerintah.
"Nah ini kita sedang pacu direktur pemasaran untuk mengolah beras Bulog yang kita beli secara komersial menjadi beras premium. Nah ini kalau enggak salah per hari ini ya sudah mencapai lebih kurang sekitar 71 ribu sampai 72 ribu ton dengan melibatkan seluruh mitra-mitra Bulog dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rizal menerangkan lonjakan harga di pasaran tak lepas dari tipisnya pasokan pasca-musim panen raya.
Menurut Rizal, kondisi tersebut memicu persaingan harga gabah di tingkat petani hingga menembus angka Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram (kg), melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kg.
"Kenaikan harga gabah yang saat ini memang yang panen saat ini kan sedikit nih, enggak banyak. Maka oleh karena itu teman-teman petani rata-rata harga gabah sudah di atas Rp7.000, bahkan ada yang mencapai Rp8.000 bahkan Rp9.000," jelasnya.
Kendati demikian, ia meyakini masuknya beras komersial milik Bulog ke jaringan ritel modern, seperti merek B-Food, Punokawan, hingga Setra Ramos dapat mengendalikan harga pasaran dalam waktu dekat.
"Kalau teman-teman monitor di lapangan, khusus yang di kota-kota besar, ritel-ritel modern sudah mulai terisi banyak dengan beras-beras premium buatannya Bulog. Namun mudah-mudahan dalam waktu dekat dengan intervensi Bulog ini yang 300 ribu ton, harga akan stabil," tegas Rizal.
(fln/sfr)