Geliat UMKM Ludes Berjualan di Festival Kelurahan Kelapa Gading Timur

Pemprov DKI Jakarta | CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 13:46 WIB
Salah satu pedagang UMKM di Kelapa Gading Street Fest, Dedeh (53) dan suaminya. (Foto: CNN Indonesia/Moureen Nathalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjualan dalam Kelapa Gading Street Fest di Taman Joging 1 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (6/10). Festival yang digelar Kelurahan Kelapa Gading Timur ini menjadi ruang usaha bagi pedagang lokal.

Salah satu pedagang UMKM di lokasi adalah Dedeh (53) yang berjualan lupis dan sengkulun bersama suaminya. Saat dikunjungi, seluruh persediaan dagangan mereka sudah habis terjual.

Dedeh menilai festival seperti ini membantu pelaku usaha kecil mencari penghasilan. Ia mengatakan kegiatan tersebut memberi akomodasi yang lebih baik bagi pedagang.

"Seneng aja ya ini kan membantu masyarakat ekonomi kecil ya menengah ke bawah ya. Untuk supaya bisa cari nafkah kita membantu keluarga dengan adanya kayak gini kan lebih terakomodir," ujarnya kepada CNN Indonesia.

Dalam berjualan, Dedeh dan suaminya mengenakan pakaian Betawi. Keduanya menjajakan dagangan di booth yang tersedia di area festival.

Dedeh berharap pemerintah daerah setempat memberi bantuan kepada para pedagang. Menurutnya, dukungan itu diperlukan agar usaha mereka dapat berkembang dan ikut memajukan perekonomian.

"Saya berharap sih ya pemda-pemda setempat gitu ya membantu kita para pedagang-pedagang ini supaya lebih berkembang, lebih maju untuk memajukan perekonomian," ucap dia.

Di samping pedagang, festival ini dipadati warga sejak pagi. Rina (53) dan Neneng (58), warga Kelapa Gading Timur, sudah hadir sebelum pukul 07.00 WIB.

Keduanya menyebut festival semacam ini biasanya hanya berlangsung pada hari Minggu. Mereka berharap kegiatan serupa terus diadakan dan semakin ramai.

"Bener bener dinikmati gitu karena ini baru ya acara seperti ini baru diadain," ujar Rina.

Pengunjung disuguhi penampilan Palang Pintu, drumband dari SMKN 33 Jakarta, dan pawai Eco Parade. Peserta pawai mengenakan kostum dari bahan daur ulang, antara lain bekas kemasan kopi, koran, tutup botol, dan karung goni.

Ina (43), salah satu peserta pawai, mengenakan topi dan gaun dari bubble wrap, plastik, dan banner. Ia berharap acara serupa digelar setiap tahun dan semakin kreatif.

"Setiap tahun diadain, makin kreatif, makin meriah lagi untuk tahun-tahun ke depannya," kata Ina.

Sebagai informasi, kelurahan Kelapa Gading Timur merupakan salah satu dari 10 finalis Benyamin S Award. Penghargaan ini diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengapresiasi program dan inovasi kelurahan dalam meningkatkan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut, Neneng menyatakan dukungan agar Kelurahan Kelapa Gading Timur menjadi juara dalam penghargaan tersebut.

"Untuk kelurahan Kelapa Gading Timur semoga bisa menjadi juara di Benyamin S ini," tegas Neneng.

Sebanyak 10 kelurahan finalis akan mengikuti tahap penilaian tatap muka pada pekan mendatang. Acara puncak Benyamin S Award dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026.

(rir/ory)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK