Pemerintah China sepakat memangkas jumlah ekspor mobil hybrid (hibrida) ke kawasan Uni Eropa (UE) guna mencegah eskalasi perang dagang.
Kesepakatan tersebut dicapai melalui diskusi di Beijing selama dua hari antara Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan Kepala Perdagangan UE Maros Sefcovic.
Kementerian Perdagangan China menyebut negosiasi tersebut berjalan sukses dan menjadi titik awal baru yang menunjukkan kemauan kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil dan kesepakatan yang dicapai kedua pihak sepenuhnya menunjukkan bahwa China dan UE memiliki kemauan serta kebijaksanaan untuk mengelola dan menangani perbedaan secara tepat melalui dialog dan konsultasi, serta secara efektif menghindari eskalasi ketegangan," ungkap Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan, Sabtu (10/10), dikutip dari AFP.
Melalui kesepakatan yang dirancang sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tersebut, China bersedia membatasi aliran ekspor kendaraan hibridanya ke Uni Eropa.
"Diskusi mendalam mengenai perdagangan kendaraan listrik dan kendaraan hibrida, upaya menghindari eskalasi situasi, serta perlindungan secara efektif terhadap kepentingan ekspor praktis perusahaan-perusahaan China," ungkap Kementerian Perdagangan China.
Sefcovic menyebut langkah tersebut membuka peluang pemangkasan ekspor kendaraan hibrida dari China hingga lebih dari setengahnya berdasarkan proyeksi empat tahun ke depan.
Pembatasan ini diharapkan dapat meredakan tekanan yang dirasakan oleh produsen otomotif lokal Eropa akibat gempuran persaingan pasar, terutama saat pabrikan China tengah mencari pasar alternatif akibat melemahnya permintaan domestik.
Isu ekspor otomotif ini sebelumnya menjadi satu hal yang disorot di tengah melonjaknya surplus perdagangan China dengan Uni Eropa yang mencapai sekitar 1 miliar euro per hari.
Tingginya angka tersebut memicu tudingan dari pihak Eropa bahwa China melakukan praktik perdagangan tidak adil seperti mendukung perusahaan melalui subsidi besar-besaran, melakukan dumping harga, dan memanipulasi mata uang.
Selain menyepakati pembatasan di sektor otomotif, negosiasi tersebut juga membuahkan komitmen dari China untuk tetap melanjutkan pasokan komoditas esensial ke UE, termasuk mineral tanah jarang.
Komitmen tersebut mengakhiri kekhawatiran Eropa yang sempat mencuat sejak Beijing memberlakukan persyaratan lisensi ekspor pada tahun lalu.
Rencananya, kedua belah pihak akan kembali menggelar pertemuan lanjutan pada Maret mendatang untuk terus mengawal isu-isu ekonomi dan perdagangan strategis.
"Kedua pihak akan terus meningkatkan upaya untuk menangani isu-isu ekonomi dan perdagangan penting yang menjadi perhatian bersama," ungkap Kementerian Perdagangan China.
(dhz/pta)
