Bahlil: Impor Minyak Mentah dari Mana Saja Asal Efisien

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 14:51 WIB
Pemerintah terbuka mengimpor minyak mentah dari negara manapun selama efisien, menguntungkan negara, dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku. (CNN Indonesia/Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terbuka mengimpor minyak mentah dari negara manapun asalkan efisien, menguntungkan negara, dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat ditanya mengenai potongan harga minyak mentah yang diberikan Arab Saudi kepada pembeli di Asia untuk pengiriman November 2026.

"Bagi kita adalah dari manapun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara," ujar Bahlil usai menghadiri Rakernas III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/10).

Arab Saudi sebelumnya memangkas harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah untuk pembeli di Asia pada November 2026.

Mengutip Reuters, Senin (5/10), Saudi Aramco menetapkan harga minyak mentah jenis Arab Light sebesar US$3 per barel di bawah rata-rata harga minyak Oman dan Dubai.

Harga tersebut turun US$3 per barel dibandingkan bulan sebelumnya. Pemangkasan itu menjadi yang terbesar sejak Juni 2020, berdasarkan data Reuters.

Pemangkasan harga tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar. Dalam survei Reuters sebelumnya, harga jual Arab Light untuk pembeli Asia diperkirakan naik hingga US$5 per barel pada November, mengikuti dinamika kenaikan harga minyak acuan Timur Tengah.

Saudi Aramco juga memangkas OSP minyak mentah jenis Arab Medium dan Arab Heavy untuk pembeli Asia masing-masing sebesar US$5 per barel.

Tiga sumber dari sektor kilang Asia mengatakan kepada Reuters bahwa pemangkasan harga tersebut diduga ditujukan untuk mengompensasi tingginya biaya pengiriman minyak.

Salah satu sumber juga menyebut potongan harga dapat mengimbangi waktu tunggu dan perjalanan yang lebih panjang untuk pengiriman minyak Saudi melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir.

September lalu, Bahlil menyatakan pemerintah akan memilih sumber impor minyak dan gas berdasarkan harga yang lebih kompetitif dengan tetap mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita cari yang terbaik. Kita cari yang lebih murah mana, itu yang kita akan beli ya," ujar Bahlil pada September 2026, saat membahas opsi impor energi dari AS dan Rusia.

Ia juga menekankan kepastian pasokan harus berjalan beriringan dengan pertimbangan harga agar pengadaan energi tidak membebani keuangan negara maupun masyarakat.

Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Data impor Januari-Agustus 2026 menunjukkan pasokan minyak mentah berasal dari sejumlah negara, termasuk Nigeria, Amerika Serikat, dan Rusia.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK