Wamenkeu Wanti-wanti Waktu RI Manfaatkan Bonus Demografi Kian Menipis

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 05:45 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengingatkan waktu yang dimiliki Indonesia untuk memanfaatkan momentum bonus demografi semakin menipis.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengingatkan waktu yang dimiliki Indonesia untuk memanfaatkan momentum bonus demografi semakin menipis. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengingatkan waktu yang dimiliki Indonesia untuk memanfaatkan momentum bonus demografi semakin menipis.

Menurut Juda, peluang emas tersebut diproyeksikan tidak akan terbuka selamanya dan akan segera tertutup dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.

"Dalam sekitar 10-15 tahun ke depan, Indonesia masih memiliki peluang memanfaatkan bonus demografi dengan angkatan kerja besar, generasi muda yang semakin terhubung dengan teknologi, serta pasar domestik yang luas," ujar Juda dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juda menjelaskan rasio ketergantungan Indonesia pada 2026 memang masih berada pada periode emas atau golden period. Namun, besarnya populasi usia produktif itu tidak akan serta merta bertransformasi menjadi bonus ekonomi.

Penduduk usia produktif yang besar dinilai hanya akan menjadi keunggulan nyata apabila diimbangi dengan kualitas pendidikan, keterampilan, kesehatan, dan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.

"Jika penciptaan pekerjaan tertinggal, keterampilan tidak sesuai dengan kebutuhan, produktivitas jalan lambat, maka kesempatan golden period itu akan terlewatkan," ujar Juda.

Ia menekankan agar Indonesia tidak terjebak menjadi negara yang menua sebelum berhasil menjadi negara kaya.

Juda mengingatkan memasuki periode 2035-2040, rasio ketergantungan diperkirakan bakal kembali melonjak seiring bertambahnya populasi lanjut usia atau non-produktif yang bebannya harus ditanggung oleh penduduk produktif.

"Sehingga, kita harus memanfaatkan kesempatan momentum (bonus demografi) ini (dengan) meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan membangun perusahaan yang mampu bersaing di pasar global," ujar Juda.

[Gambas:Youtube]

(dhz/sfr)