Fakta-fakta Terkait Imbas Antrean BBM di SPBU Bali

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 10:34 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberikan keterangan saat konferensi pers di Graha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025). Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf atas kekisr
Antrean panjang kendaraan di SPBU Bali terjadi akibat kekosongan stok BBM, terutama Pertalite. Gubernur dan Pertamina berupaya normalisasi distribusi. (FOTO:ANTARA/BAYU PRATAMA S).

4. Pertamina Beberkan Penyebab Antrean

Simon menjelaskan salah satu kendala distribusi berasal dari gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM saat proses bongkar muat. Gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar yang semula direncanakan pada Senin (12/10) pukul 06.30 WITA mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.

Selain kendala tersebut, Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite. Perbedaan harga yang cukup jauh dengan BBM nonsubsidi dinilai turut mendorong peningkatan penggunaan Pertalite.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan," kata Simon.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina meningkatkan pasokan melalui armada kapal, mempercepat pembongkaran muatan, serta mengoptimalkan distribusi dari terminal BBM ke jaringan SPBU.

5. Pertamina Tambah Pasokan dan Operasikan SPBU 24 Jam

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang dijadwalkan pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 kiloliter (KL).

Dari jumlah tersebut, kapal pengangkut membawa 18 ribu KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Pertamina juga mengoptimalkan penyaluran dari terminal menuju SPBU dengan mempertimbangkan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.

Selain menambah pasokan, Pertamina mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi layanan 24 jam untuk membantu mengurai antrean. Layanan tersebut diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, sebelum diperluas ke Kabupaten Tabanan dan Gianyar.

Seluruh SPBU juga diinstruksikan memasang pengumuman mengenai ketersediaan stok dan status operasional agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas.

Pemerintah Provinsi Bali turut mendukung percepatan distribusi dengan berkoordinasi bersama kepolisian untuk mengurangi hambatan lalu lintas. Kapasitas armada pengangkut BBM dari depo ke SPBU juga ditambah dari 90 menjadi 105 kendaraan.

6. Koster Pastikan Pasokan BBM Aman hingga Dua Pekan

Pada Rabu (14/10), Koster memastikan stok Pertalite dan Pertamax di Bali aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan.

Kepastian itu disampaikan setelah pasokan BBM terbaru mulai berdatangan melalui kapal tanker yang bersandar di terminal BBM Manggis dan Sanggaran.

"Yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai 2 minggu ke depan," kata Koster setelah bertemu Simon di Denpasar, Selasa (13/10).

Koster menjelaskan pasokan yang datang mencakup 19,2 juta liter Pertalite, yang diperkirakan memenuhi kebutuhan konsumsi selama enam hingga tujuh hari. Selain itu, terdapat tiga juta liter Pertamax untuk memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.

Pasokan berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada 15, 16, dan 17 Oktober, dengan tambahan Pertalite mencapai 25 juta liter. Sementara tambahan pasokan Pertamax sebanyak 13 juta liter dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober.

Untuk mendukung kelancaran penyaluran, pemerintah juga menambah armada pengangkut BBM dan berkoordinasi dengan kepolisian agar distribusi dari depo ke SPBU tidak terhambat kemacetan.

Koster menegaskan tambahan pasokan dan pengiriman secara berkala diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM di Bali serta mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2