Fakta-fakta Terkait Imbas Antrean BBM di SPBU Bali
CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 10:34 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Antrean panjang kendaraan di SPBU Bali terjadi akibat kekosongan stok BBM, terutama Pertalite. Gubernur dan Pertamina berupaya normalisasi distribusi. (FOTO:ANTARA/BAYU PRATAMA S).
4. Pertamina Beberkan Penyebab Antrean
Simon menjelaskan salah satu kendala distribusi berasal dari gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM saat proses bongkar muat. Gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar yang semula direncanakan pada Senin (12/10) pukul 06.30 WITA mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
Selain kendala tersebut, Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite. Perbedaan harga yang cukup jauh dengan BBM nonsubsidi dinilai turut mendorong peningkatan penggunaan Pertalite.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan," kata Simon.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina meningkatkan pasokan melalui armada kapal, mempercepat pembongkaran muatan, serta mengoptimalkan distribusi dari terminal BBM ke jaringan SPBU.
5. Pertamina Tambah Pasokan dan Operasikan SPBU 24 Jam
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang dijadwalkan pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 kiloliter (KL).
Dari jumlah tersebut, kapal pengangkut membawa 18 ribu KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Pertamina juga mengoptimalkan penyaluran dari terminal menuju SPBU dengan mempertimbangkan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.
Selain menambah pasokan, Pertamina mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi layanan 24 jam untuk membantu mengurai antrean. Layanan tersebut diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, sebelum diperluas ke Kabupaten Tabanan dan Gianyar.
Seluruh SPBU juga diinstruksikan memasang pengumuman mengenai ketersediaan stok dan status operasional agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas.
Pemerintah Provinsi Bali turut mendukung percepatan distribusi dengan berkoordinasi bersama kepolisian untuk mengurangi hambatan lalu lintas. Kapasitas armada pengangkut BBM dari depo ke SPBU juga ditambah dari 90 menjadi 105 kendaraan.
6. Koster Pastikan Pasokan BBM Aman hingga Dua Pekan
Pada Rabu (14/10), Koster memastikan stok Pertalite dan Pertamax di Bali aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan.
Kepastian itu disampaikan setelah pasokan BBM terbaru mulai berdatangan melalui kapal tanker yang bersandar di terminal BBM Manggis dan Sanggaran.
"Yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai 2 minggu ke depan," kata Koster setelah bertemu Simon di Denpasar, Selasa (13/10).
Koster menjelaskan pasokan yang datang mencakup 19,2 juta liter Pertalite, yang diperkirakan memenuhi kebutuhan konsumsi selama enam hingga tujuh hari. Selain itu, terdapat tiga juta liter Pertamax untuk memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.
Pasokan berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada 15, 16, dan 17 Oktober, dengan tambahan Pertalite mencapai 25 juta liter. Sementara tambahan pasokan Pertamax sebanyak 13 juta liter dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran, pemerintah juga menambah armada pengangkut BBM dan berkoordinasi dengan kepolisian agar distribusi dari depo ke SPBU tidak terhambat kemacetan.
Koster menegaskan tambahan pasokan dan pengiriman secara berkala diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM di Bali serta mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.
Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali terjadi sejak Senin (12/10). Antrean tersebut dipicu kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu di sejumlah SPBU, terutama Pertalite, yang kemudian berdampak pada antrean pembelian Pertamax.
Gubernur Bali I Wayan Koster hingga Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait kondisi tersebut. Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat distribusi BBM, termasuk menambah pasokan dan mengoperasikan SPBU selama 24 jam.
Berikut fakta-fakta imbas antrean BBM di SPBU Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Antrean BBM Terjadi Sejak Senin
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali terpantau sejak Senin (12/10) hingga Selasa (13/10). Kondisi ini terjadi ketika sejumlah SPBU mengalami kekosongan stok BBM jenis tertentu, terutama Pertalite, sehingga pelayanan pengisian menyesuaikan ketersediaan stok.
Antrean panjang terlihat di sejumlah titik, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kepadatan kendaraan di sekitar SPBU turut mengganggu arus lalu lintas sehingga polisi turun ke lapangan untuk mengatur antrean dan mencegah kemacetan.
Polsek Denpasar Selatan mengerahkan personel untuk memantau situasi, mengatur antrean kendaraan, dan mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengisi BBM.
Gubernur Bali I Wayan Koster pada Selasa (13/10) memastikan pasokan BBM di depo atau terminal BBM, yakni Depo Manggis di Kabupaten Karangasem dan Depo Pesanggaran di Denpasar, tersedia.
Menurut Koster, kendala terjadi pada proses distribusi dari depo menuju SPBU. Pengiriman BBM yang berlangsung sejak Senin sore hingga Selasa pagi terkendala kondisi lalu lintas.
"Pasokannya cukup tersedia di depo, di Manggis dan di Pesanggaran hari ini hadir. Tapi distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi, sampai hari ini juga. Memang tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya," ujar Koster di Denpasar, Selasa (13/10).
Koster juga menduga antrean panjang dipengaruhi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Warga yang beramai-ramai mengisi kendaraan membuat stok di sejumlah SPBU lebih cepat habis.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pasokan BBM di Bali tersedia dan distribusi diharapkan kembali normal dalam satu hingga dua hari.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Simon mengatakan Pertamina memahami kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menegaskan kendala teknis distribusi maupun peningkatan konsumsi BBM tidak dapat dijadikan pembenaran atas situasi yang dialami warga.
"Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali," ujar Simon usai rapat bersama Koster di Denpasar, Selasa (13/10).
Simon mengatakan Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Bali langsung menyiapkan langkah penanganan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM.
Kepastian Pasokan BBM Bali
Antrean panjang kendaraan di SPBU Bali terjadi akibat kekosongan stok BBM, terutama Pertalite. Gubernur dan Pertamina berupaya normalisasi distribusi. (FOTO:ANTARA/BAYU PRATAMA S).
4. Pertamina Beberkan Penyebab Antrean
Simon menjelaskan salah satu kendala distribusi berasal dari gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM saat proses bongkar muat. Gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar yang semula direncanakan pada Senin (12/10) pukul 06.30 WITA mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
Selain kendala tersebut, Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite. Perbedaan harga yang cukup jauh dengan BBM nonsubsidi dinilai turut mendorong peningkatan penggunaan Pertalite.
"Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan," kata Simon.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina meningkatkan pasokan melalui armada kapal, mempercepat pembongkaran muatan, serta mengoptimalkan distribusi dari terminal BBM ke jaringan SPBU.
5. Pertamina Tambah Pasokan dan Operasikan SPBU 24 Jam
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax melalui kedatangan kapal pengangkut BBM yang dijadwalkan pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 kiloliter (KL).
Dari jumlah tersebut, kapal pengangkut membawa 18 ribu KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Pertamina juga mengoptimalkan penyaluran dari terminal menuju SPBU dengan mempertimbangkan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.
Selain menambah pasokan, Pertamina mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi layanan 24 jam untuk membantu mengurai antrean. Layanan tersebut diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, sebelum diperluas ke Kabupaten Tabanan dan Gianyar.
Seluruh SPBU juga diinstruksikan memasang pengumuman mengenai ketersediaan stok dan status operasional agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas.
Pemerintah Provinsi Bali turut mendukung percepatan distribusi dengan berkoordinasi bersama kepolisian untuk mengurangi hambatan lalu lintas. Kapasitas armada pengangkut BBM dari depo ke SPBU juga ditambah dari 90 menjadi 105 kendaraan.
6. Koster Pastikan Pasokan BBM Aman hingga Dua Pekan
Pada Rabu (14/10), Koster memastikan stok Pertalite dan Pertamax di Bali aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan.
Kepastian itu disampaikan setelah pasokan BBM terbaru mulai berdatangan melalui kapal tanker yang bersandar di terminal BBM Manggis dan Sanggaran.
"Yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai 2 minggu ke depan," kata Koster setelah bertemu Simon di Denpasar, Selasa (13/10).
Koster menjelaskan pasokan yang datang mencakup 19,2 juta liter Pertalite, yang diperkirakan memenuhi kebutuhan konsumsi selama enam hingga tujuh hari. Selain itu, terdapat tiga juta liter Pertamax untuk memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.
Pasokan berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada 15, 16, dan 17 Oktober, dengan tambahan Pertalite mencapai 25 juta liter. Sementara tambahan pasokan Pertamax sebanyak 13 juta liter dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran, pemerintah juga menambah armada pengangkut BBM dan berkoordinasi dengan kepolisian agar distribusi dari depo ke SPBU tidak terhambat kemacetan.
Koster menegaskan tambahan pasokan dan pengiriman secara berkala diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM di Bali serta mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.