BPH Migas Angkat Suara soal Biang Kerok Antrean Panjang BBM di Bali

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 13:07 WIB
BPH Migas angkat suara soal penyebab antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana).
Makassar, CNN Indonesia --

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) angkat suara soal penyebab antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

Antrean tersebut dipicu kendala operasional saat kapal pengangkut BBM hendak melakukan bongkar muatan, bukan karena kekurangan stok.

"Ya, Bali sudah berangsur normal. Artinya kemarin memang ada kendala operasional untuk bongkar kapal Pertalite," ujar Komite BPH Migas Fathul Nugroho di Makassar, Rabu (14/10).

Fathul menjelaskan kapal pengangkut BBM sebenarnya tiba sesuai jadwal, Selasa (13/10) kemarin. Namun, proses pembongkaran mengalami kendala teknis akibat jangkar kapal tersangkut sehingga penanganan harus dilakukan sebelum pembongkaran dapat diselesaikan.

"Kemarin memang ada kendala operasional untuk bongkar kapal Pertalite, tapi sudah bongkar per kemarin tanggal 13 Oktober," ungkapnya.

Menurut Fathul, Pertamina telah menyelesaikan proses pembongkaran tersebut. Stok BBM di TBBM Sanggaran dan Manggis, Bali, juga telah kembali normal.

"Artinya, stok Pertalite di Bali sudah di TBBM itu sudah normal dan sekarang proses untuk distribusi normalisasi di SPBU-SPBU kan. Kita harapkan 1-2 hari ini sudah normal kembali," jelasnya.

Fathul menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM karena stok masih tersedia. Saat ini, proses pemulihan distribusi dari terminal penyimpanan ke SPBU menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal.

"Ya, kapalnya tiba on time, tapi ada kendala teknis tadi jangkarnya ada tersangkut dan akhirnya diputuskan oleh Pertamina untuk diputus dan sudah selesai bongkar kemarin. Jadi artinya stok di TBBM di Sanggaran dan di Manggis Bali itu sudah normal kembali," ujarnya.

Senada, Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae memastikan kendala yang terjadi di Bali berkaitan dengan proses distribusi dan operasional kapal, bukan karena stok BBM nasional menipis.

"Kita pastikan bahwa stok nasional itu aman, stok nasional aman gitu. Nah cuma memang kan Indonesia negara kepulauan. Distribusi kan lewat kapal, kita enggak tahu kemarin masalah jangkar," kata Rilke.

Rilke turut meminta masyarakat agar tidak usah khawatirkan ketersediaan pasokan BBM saat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Stok ada, enggak usah khawatir. Kalau ada keterlambatan, ada antrean, itu soal manajerial, karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Tetapi bukan faktor ketersediaan bahan bakar, itu saja," terangnya.

Penimbun Ditindak

Terpisah, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Komjen Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan pemerintah akan menyelidiki penyebab antrean BBM yang memanjang di sejumlah daerah, termasuk Bali.

Penindakan juga, kata Yudhiawan, disiapkan terhadap pihak yang terbukti melakukan penimbunan BBM.

"Jadi kita juga terbagi ke beberapa daerah ya, yang ada yang terjadi antrean panjang ya. Nanti kita cari akar permasalahannya," kata Yudhiawan di Makassar, Selasa (13/10) lalu.

Menurut Yudhi, pihaknya telah mengambil langkah penanganan, termasuk menyasar dugaan penimbunan BBM.

"Tapi ini kita kira beberapa pekan yang lalu sudah diambil langkah, ya, termasuk juga mungkin yang para penimbun. Ya, kalau para penimbun kalau masih akan ketahuan, akan kita tindak. Kebetulan seksinya juga dengan Ditjen Migas juga," jelasnya.

Yudhiawan menegaskan penimbun BBM yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kepala daerah.

"Besok (Rabu (14/10)) kita bertemu rapat dengan Forkopimda: Gubernur, Bupati, Walikota, Pangdam, Polda, para Kapolres sejajaran. Kita akan rapat masalah ini," katanya.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menelusuri persoalan distribusi BBM sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

(mir/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK