Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan permasalahan antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Bali paling lama rampung besok.
Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan kapal pengangkut BBM yang sebelumnya mengalami keterlambatan telah datang. Ia menyebut setelah tibanya kapal BBM di Bali tersebut, pendistribusian BBM ke SPBU bakal dilakukan 24 jam nonstop.
"Kapalnya sudah tiba, sejak Senin kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya," ujar Laode saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laode membeberkan bahwa penyebab antrean panjang di Bali tersebut terjadi akibat keterlambatan kapal dan kendala distribusi, bukan karena stok BBM menipis. Kendati begitu, ia memastikan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman, yakni sekitar 18 hingga 20 hari.
"Ketahanan masih aman 18-20 (hari). Masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim. Kalau di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan enggak bisa cepat sampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," terangnya.
"Lalu, kalau ombak lagi tinggi itu kapal walaupun sudah di lokasi itu gak bisa sandar. Nah ini memperlambat proses pendistribusian, tapi begitu sudah sandar kaya di Bali kemarin langsung dilaksanakan distribusi 24 jam, jadi dikejar," imbuhnya.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan BBM di Bali dengan mengoptimalkan pengiriman ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) secara kontinu selama 24 jam.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra NiagaRegional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pengiriman BBM di atur berdasarkan skala prioritas SPBU dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing lokasi dan lapangan.
"Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dan berlangsung lebih cepat," ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).
Dari sisi pasokan, Kapal MT Kalsogun yang membawa BBM jenis Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel terminal (FT) Sanggaran pada Selasa pagi.
Pasokan tersebut ditargetkan mulai disalurkan pada siang hari untuk mendukung pemenuhan kebutuhan BBM di SPBU.
Dengan demikian, perseroan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhannya, serta memperoleh informasi melalui kanal resmi Pertamina.
Perusahaan juga memperkuat pasokan BBM di Bali dengan menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut hingga 26.200 kiloliter (KL) pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Adapun rata-rata konsumsi Pertalite di Bali tercatat sekitar 2.200 KL per hari.
Sejumlah titik SPBU di wilayah Bali mengalami antrean panjang sejak Senin (12/10) hingga hari ini.
Hal itu terjadi lantaran terjadi kekosongan stok BBM Pertalite yang mengakibatkan antrean pembeli Pertamax di sejumlah SPBU.
Antrean kendaraan di SPBU mengular dan membuat pihak kepolisian terjun ke lapangan untuk mengantisipasi kemacetan di jalan.